Skenario Ekonomi RI di Tengah 'Badai' Corona, Ada yang Terburuk

Hendra Kusuma - detikFinance
Rabu, 25 Mar 2020 08:30 WIB
Dampak Corona ke Ekonomi
Foto: Dampak Corona ke Ekonomi (Tim Infografis Fuad Hasim)
Jakarta -

Pemerintah sedang menggodok skenario pertumbuhan ekonomi di tengah serangan corona (covid-19). salah satu skenario itu adalah ekonomi Indonesia akan tumbuh di kisaran 2,5-3%.

Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pertumbuhan ekonomi Indonesia di level 2,5-3% itu dengan catatan virus corona (COVID-19) segera teratasi.

"Kuartal pertama kita cukup baik tapi kita lihat di kuartal kedua, seandainya krisis pandemi segera teratasi maka kita punya harapan pertumbuhan ekonomi kita mungkin terjaga pada kisaran yang kita sebut skenario sedang yakni antara 2,5 sampai 3%," kata Sri Mulyani saat video confrence, Jakarta, Selasa sore (24/3/2020).

Pelemahan pertumbuhan ekonomi, kata Sri Mulyani tidak terjadi di Indonesia saja melainkan banyak negara yang ekonominya terdampak virus corona. Bahkan di negara lain sudah ada yang alami resesi.

"Kalau dilihat dari landasan yang dipakai untuk menghitung seperti pertumbuhan ekonomi, nilai tukar, harga minyak, suku bunga, itu alami perubahan luar biasa. Growth jelas mengalami, banyak negara bahkan sudah pastikan resesi. Tinggal sebutkan resesi single digit atau dobel," jelasnya.


Oleh karena itu, Sri Mulyani mengungkapkan pemerintah tengah menyiapkan payung hukum untuk APBN-Perubahan.

"Dengan perubahan begitu banyak, dan dari sisi alokasi anggaran sesuai inpres nomor 4 2020 di mana kita lakukan refocusing dan realokasi anggaran, APBN pasti alami perubahan," ungkapnya.

Skenario terburuk juga dikalkulasi Kementerian Keuangan, yaitu ekonomi Indonesia 0% di tengah gempuran corona. Klik halaman selanjutnya.

Skenario Ekonomi RI di Tengah 'Badai' Corona, Ada yang Terburuk

Selanjutnya
Halaman
1 2