Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 25 Mar 2020 11:45 WIB

Habis-habisan Dipakai Tangkal Corona, APBN Bakal Dirombak

Hendra Kusuma - detikFinance
Jokowi Foto: BPS
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan sinyal akan mengikuti saran DPR untuk merombak batasan-batasan yang berlaku di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Hal itu lantaran banyaknya uang negara yang keluar untuk mengatasi pandemi corona (covid-19) dan imbasnya ke ekonomi Indonesia.

Jokowi merespons terkait saran untuk mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) yang merevisi UU No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, terutama di penjelasannya. Revisi penjelasan yang memberikan kelonggaran defisit APBN dari 3% ke 5% dari PDB dan rasio utang terhadap PDB tetap 60%.

Komunikasi politik dengan DPR maupun pembahasan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sudah dilakukan Jokowi.

"Sudah beberapa hari kita bahas mengenai ini dan kemarin saya telah bertemu dengan Ketua DPR untuk dapatkan dukungan politik mengenai ini. Dan juga telah bertemu secara virtual dengan Ketua BPK dan seluruh pimpinan BPK," ujarnya dalam konferensi pers yang digelar melalui virtual, Selasa (24/3/2020).


Jokowi sepakat, dalam kondisi saat ini diperlukan relaksasi terhadap aturan pengelolaan APBN. Oleh karena itu dia sepakat dibutuhkan Perppu.

Sebelum Jokowi mengeluarkan pernyataan tersebut, Badan Anggaran DPR mengaku sudah berdiskusi via virtual dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. Dalam diskusi itu dibahas mengenai perkembangan ekonomi yang terdampak COVID-19.

Berikut ini rekomendasi Badan Anggaran DPR terhadap kondisi APBN. Klik halaman selanjutnya.

Habis-habisan Dipakai Tangkal Corona, APBN Bakal Dirombak

Selanjutnya
Halaman
1 2
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com