Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 25 Mar 2020 14:53 WIB

Peringatan buat Importir, Jangan Manimbun Bawang Putih!

Trio Hamdani - detikFinance
Bawang putih impor dari China Foto: Imam Suripto/detikcom
Jakarta -

Kementerian Perdagangan (Kemendag) bersama Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri melakukan sidak ke gudang-gudang importir bawang putih untuk memastikan tidak ada yang melakukan penimbunan. Direktur Jenderal (Dirjen) Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Suhanto menjelaskan, hal tersebut dilakukan karena belakangan ini harga bawang putih dikeluhkan mahal oleh masyarakat.

Sejauh ini 11.000 ton bawang putih impor sudah masuk ke Indonesia.

"Kemendag dan Satgas Pangan juga telah melakukan pemantauan ke seluruh gudang-gudang importir untuk memastikan bahwa tidak ada unsur masyarakat atau importir yang melakukan penimbunan," kata dia dalam telekonferensi melalui saluran YouTube BNPB Rabu (25/3/2020).


Selain itu, pihaknya juga meminta seluruh suku dinas di seluruh provinsi yang membidangi perdagangan untuk terus memantau ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat. Itu dilakukan dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan dari ancaman corona (Covid-19).

"Kami mengimbau dan bekerja sama dengan seluruh dinas yang membidangi perdagangan setiap hari, walaupun dengan kondisi yang tidak memungkinkah kita bersentuhan langsung sebagaimana protokol kesehatan, kita harus mengambil jarak dengan para orang-orang di sekitar kita, tetap pemantauan terhadap kebutuhan bahan pokok di lapangan dilakukan dengan sehati-hati mungkin," jelasnya.

Kemendag juga meminta seluruh dinas perdagangan di daerah cepat berkoordinasi ketika ada kebutuhan pokok yang stoknya menipis.

"Dan tentunya kami setiap hari juga mendapatkan laporan dari kawan-kawan kami di dinas perdagangan di seluruh Indonesia, apabila terjadi kekurangan di suatu provinsi kita akan mengambil langkah menghubungkan daerah tersebut dengan distributor-distributor yang biasa memasok di daerah tersebut," tambahnya.



Simak Video "Soal Corona, Pemerintah: Yang Sakit Jangan Didiskriminasi"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com