Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 25 Mar 2020 17:40 WIB

Corona Serang Ekonomi, RI Dinilai Perlu Punya Proyeksi Terburuk

Danang Sugianto - detikFinance
Presiden Jokowi di RS Darurat Penanganan COVID-19. Foto: Muclis Jr/Biro Pers Setpres
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku memiliki prediksi berdasarkan hitung-hitungan terkait dampak terburuk ekonomi yang ditimbulkan corona (covid-19). Meski tidak menjabarkan secara utuh, Jokowi sempat mencontohkan beberapa provinsi yang terdampak paling parah.

Para ekonom menilai hal yang wajar jika pemerintah menyiapkan hitung-hitungan proyeksi dampak yang ditimbulkan wabah corona terhadap ekonomi. Sebab wabah ini menyerang hampir seluruh sektor dunia usaha.

"Kalau kita melihat dampak ekonomi corona ini sudah menyentuh hampir semua lini perekonomian. Dimulai dari pariwisata, ekspor dan impor hingga yang terbaru berpotensi memberikan dampak terhadap sektor ritel. Maka tidak heran, pemerintah mempersiapkan skenario paling buruk," kata Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Yusuf Rendy Manilet kepada detikcom, Rabu (25/3/2020).

Menurut Yusuf, dengan adanya corona, ekonomi Indonesia perlu menyiapkan diri untuk memasuki tahapan resesi. Sebab hal itu bisa saja terjadi pandemi ini berlanjut hingga semester II-2020.

"Indonesia perlu bersiap-siap memasuki resesi jika pandemi ini berlanjut hingga ke semester II 2020. Pertumbuhan ekonomi berpotensi besar melambat. Di samping itu, jika aktivitas produksi terganggu inflasi berpotensi meningkat apalagi jika rantai pasokan khususnya komoditas pangan terganggu," terangnya.


Tak hanya itu, nilai tukar rupiah masih berpotensi terus mengalami tekanan. Jika itu terus berlanjut maka dampaknya akan memberatkan sektor swasta yang memiliki utang dalam bentuk valuta asing. Akhirnya risiko utang luar negeri dari swasta meningkat.

Sementara Ekonom Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Indonesia Fajar B. Hirawan menambahkan, banyak hal yang bisa dilakukan pemerintah untuk mengantisipasi agar prediksi itu tidak terwujud. Hal yang paling dasar adalah transparansi dalam penanganan wabah virus corona agar meningkatkan kepercayaan publik.

"Terkait dengan ekonomi, yang mungkin didorong saat ini adalah sektor konsumsi dan pengeluaran pemerintah. Sementara investasi dan perdagangan otomatis terganggu akibat COVID-19 ini," tuturnya.

Stimulus fiskal yang tengah disiapkan pemerintah seperti bantuan langsung tunai (BLT) dinilai sudah sangat tepat. Sebab imbas dari wabah ini daya beli masyarakat khususnya kalangan bawah dan pekerja informal menurun.

Prediksi Jokowi soal provinsi-provinsi yang terdampak parah imbas coron. Klik halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Pemeriksaan Spesimen Covid-19 di Indonesia Capai Rekor Tertinggi"
[Gambas:Video 20detik]
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com