Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 27 Mar 2020 16:52 WIB

Jurus KKP Bila Usaha Perikanan 'Terinfeksi' Corona

Alfi Kholisdinuka - detikFinance
ikan beku Foto: Kementerian Kelautan dan Perikanan
Jakarta -

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui terus memantau ketersediaan, perkembangan pasokan dan harga ikan di Indonesia. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi dampak Covid-19 jika usaha perikanan terinfeksi corona.

"Saat ini pemantauan dilakukan melalui telekomunikasi dengan berbagai sumber antara lain pihak pelabuhan perikanan, sentra produksi budidaya, eksportir, pengelola gudang beku dan pasar retail," kata Dirjen PDSPKP Nilanto Perbowo dalam keterangan tertulis, Jumat (27/3/2020).

Adapun lokasi pemantauan yang telah dilakukan di antaranya Bali, DKI Jakarta, Surabaya, Kendari, Purwakarta, Bekasi, Pekalongan, Trenggalek, Malang, Cilacap, Indramayu, Tegal, Gunung Kidul, Bitung, Makassar, dan Kota Ternate. Nantinya akan berlanjut ke lokasi sentra produksi dan pengolahan ikan lainnya.

Nilanto menambahkan pihaknya memiliki strategi khusus untuk menjaga stabilitas harga sehingga pelaku usaha dapat terhindar dari kerugian dan produksi ikan terserap.

"Pelaksanaan strategi adalah berupa kerja sama dengan Kemensos agar terjadi sinergi yang berdampak langsung di masyarakat berupa penyaluran bahan baku ikan segar dan olahan dengan cara Bantuan Pangan Non Tunai, yang sebagian dari itu dapat dibelikan ikan," sambungnya.

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo memastikan akan segera menghubungi Menteri Sosial, Juliari P Batubara untuk mendorong percepatan terlaksananya strategi tersebut.

Strategi lain yang juga disiapkan KKP adalah optimalisasi pelaksanaan Sistem Resi Gudang (SRG) ikan atau dikenal dengan sistem tunda jual.

Dengan begitu, pada saat harga turun, nelayan dan pembudidaya ikan tidak mengalami kerugian dengan menitipkan produknya di Gudang Beku (cold storage) yang ditunjuk dalam SRG serta dapat menjualnya kembali saat harga membaik.

Bahkan resi dari penitipan ikan di Gudang Beku, dapat dijaminkan ke lembaga pembiayaan untuk mendapatkan dana tunai sebagai modal usaha.

"Lalu penyerapan ikan dalam rangka program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan," lanjut Nilanto.

Di tengah wabah Corona ini, Nilanto mengingatkan masyarakat untuk tetap mengonsumsi ikan, bahkan lebih ditingkatkan lagi. Ikan dengan kandungan gizinya yang tinggi merupakan asupan yang pas untuk membantu tubuh agar tetap sehat guna menangkal serangan virus corona.

"Selain berguna menyehatkan tubuh, dengan mengonsumsi ikan kita juga telah membantu nelayan, pembudidaya, pengolah dan pemasar ikan untuk tetap memperoleh penghasilan di tengah situasi yang sulit ini," pungkasnya.



Simak Video "Detik-detik Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Poso Terbakar"
[Gambas:Video 20detik]
(mul/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com