Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 31 Mar 2020 16:17 WIB

Anggaran Kartu Pra Kerja Naik Jadi Rp 20 T

Danang Sugianto - detikFinance
Jokowi Kenalkan Kartu Sembako Murah pada sebuah acara. Foto: Andhika Prasetya/detikcom
Jakarta -

Program Kartu Pra Kerja akan menjadi andalan bagi pemerintah untuk mengatasi badai Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang timbul akibat penyebaran COVID-19. Untuk itu anggaran yang disiapkan untuk program ini pun ditambah Rp 10 triliun menjadi Rp 20 triliun.

Sebelum munculnya wabah COVID-19 di Indonesia pemerintah menyiapkan anggaran untuk Kartu Pra Kerja tahun ini sebesar Rp 10 triliun. Namun setelah mempertimbangkan dampak ekonomi yang timbul dari wabah ini anggarannya ditambah menjadi Rp 20 triliun.

"Tentang Kartu Pra Kerja, anggaran Kartu Pra Kerja dinaikkan dari Rp 10 triliun jadi Rp 20 triliun. Jumlah penerima manfaat menjadi 5,6 juta orang," kata Presiden Joko Widodo dalam konferensi pers secara online, Selasa (31/3/2020).

Selain itu, manfaat yang diberikan untuk peserta Kartu Pra Kerja juga bertambah. Selama masa darurat corona peserta akan mendapatkan ongkos untuk mencari kerja hingga Rp 1 juta per bulan selama 4 bulan. Normalnya program ini memberikan ongkos sebesar Rp 650 ribu.

"Terutama ini untuk pekerja informal serta pelaku usaha mikro dan kecil yang terdampak COVID-19, dan nilai manfaatnya Rp 650 ribu sampai Rp 1 juta per bulan selama 4 bulan ke depan," tuturnya.



Simak Video "Pendaftar Kartu Pra Kerja Tembus 8,4 Juta Orang"
[Gambas:Video 20detik]
(das/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com