Bisnis Sudah 'Tiarap' Dihantam Corona, THR Tetap Bakal Cair?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 02 Apr 2020 07:32 WIB
Ilustrasi Uang Rupiah
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Tunjangan hari raya alias THR dikhawatirkan akan terhambat di tengah kondisi melemahnya dunia usaha akibat corona. Terlebih lagi bulan puasa sudah di depan mata, artinya lebaran akan segera datang.

Ketua Umum Kamar Dagang Industri (Kadin) Indonesia Rosan Roeslani mengatakan banyak opsi yang sudah disampaikan pengusaha soal THR. Ada yang ingin membayar setengahnya saja, ada juga yang mau membayar penuh tapi dicicil.

"Ini memang ada teman-teman kita mungkin mau bayar full, tapi terkendala karena terdampak langsung. Ada juga yang 50%. Ada juga yang tetap komit, tapi boleh nggak dicicil, jadi tidak semua. Ujungnya karena apa? Cashflow lah ini," kata Rosan kepada tim Blak-blakan detikcom, di kantornya, Jakarta Selatan, Selasa (31/3/2020).

Pengusaha pun punya usulan untuk mengikuti pemerintah Inggris, di sana pemerintah membayarkan 80% gaji karyawan. Bukan gaji, dalam hal ini pengusaha meminta agar pemerintah ikut membantu menanggung THR bagi pekerja.

"Ada juga pemikiran seperti di London, THR ditanggung pemerintah. Ada usulan begitu. Kan di luar negeri aja gaji ditanggung 80% juga ada. Jadi opsi itu ada, jadi pemerintah membantu para pekerja melalui dunia usaha," ungkap Rosan.


Opsi lain, Rosan meminta agar pengusaha diberikan pinjaman dengan bunga rendah untuk membayar penuh THR kepada para pekerja.

"Salah satunya juga lewat perbankan, kita pinjam duit ke perbankan untuk kita bayarkan THR tapi suku bunga recovery bond ini diminta rendah. Usulan kami sih, kan kalau lewat bank mereka juga butuh marjin kita ngerti. 7 days repo mungkin 4,5%, mungkin bank tambah satu jadi 5,5%," jelas Rosan.

Di tengah ketidakpastian usaha karena corona, PHK karyawan pun di depan mata. Mungkinkah pegawai tega melakukannya?



Simak Video "Nggak Boleh Tawar-menawar! Berikut Sederet Aturan Pemberian THR"
[Gambas:Video 20detik]