Sabar, Bansos Khusus Warga DKI Cair 2 Minggu Lagi

Hendra Kusuma - detikFinance
Jumat, 03 Apr 2020 05:34 WIB
Penumpang menaiki bus Antar Kota Antar Provinsi di Terminal Pulo Gebang, Jakarta, Minggu (29/3/2020). Kementerian Perhubungan mengimbau agar warga membatalkan niatnya pulang kampung, untuk mencegah penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/foc.
Foto: ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Jakarta -

Presiden Joko Widodoo (Jokowi) akan memberikan bantuan sosial (bansos) kepada 3,6 juta warga DKI Jakarta supaya tidak pulang kampung atau mudik. Bantuan ini diberikan agar warga bisa bertahan di tengah wabah virus corona seperti sekarang.

Menanggapi itu, Menteri Sosial Juliari Batubara mengatakan bantuan sosial (bansos) untuk 3,6 juta warga DKI Jakarta ditargetkan cair dua minggu lagi.

Juliari mengatakan pihaknya akan membahas mengenai besaran dan mekanisme pencairannya bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Menteri Dalam Negeri, Menteri Keuangan, hingga Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.

"Bapak presiden juga tadi meminta kepada kami dalam dua Minggu bisa merealisasikan bantuan di DKI," kata Batubara usai ratas mengenai persiapan menghadapi Ramadhan dan Idul Fitri 1441 H/2020 secara virtual, Jakarta, Kamis (2/4/2020).

Pemberian bansos, dikatakan Juliari agar para penduduk di ibu kota negara tidak pulang kampung saat Lebaran tahun ini. Imbauan tersebut untuk memutus rantai penyebaran virus corona ke daerah-daerah.


"Sehingga diputuskan akan diberikan bansos khusus untuk DKI dalam rangka untuk meredam arus mudik ke daerah lain. Intinya, Presiden meminta, sudah cukup banyak program bansos yang digelontorkan pemerintah seperti PKH, prakerja, dan insentif kepada dunia usaha, kami diminta menghitung dengan cermat sehingga tidak tumpang tindih. Terutama yang terdampak paling parah seperti sektor informal supaya mendapatkan hak-haknya," katanya.

"Prinsipnya, kami bekerja keras memastikan agar arus mudik seminim mungkin dan juga yang tidak mudik bisa menjalankan kehidupan dengan normal," tambahnya.

Berdasarkan laporan Gubernur DKI, kata Jokowi ada 3,6 juta warga DKI Jakarta yang masuk dalam program perlindungan sosial atau social safety net. Dari angka tersebut yang sudah masuk sebanyak 1,1 juta orang yang akan diberikan oleh Pemprov DKI Jakarta.

"Artinya tinggal 2,5 juta yang perlu kita eksekusi di lapangan," tegas Jokowi saat membuka ratas antisipasi mudik secara virtual, Jakarta, Kamis (2/4/2020).

Jokowi bilang, pemberian bantuan sosial ini sebagai bekal warga ibu kota tetap bertahan di rumah saat pandemi virus corona (COVID-19) masih terjadi di Indonesia.

"Yang diintervensi di hulu saya melihat bantuan perlindungan sosial, stimulus ekonomi akan sangat membantu sekali dalam bertahan, terutama di ibu kota," kata Jokowi saat membuka ratas antisipasi mudik secara virtual, Jakarta, Kamis (2/4/2020).

Meski demikian, Mantan Wali Kota Solo ini tidak menyebut bantuan perlindungan sosial yang akan diberikan kepada warga DKI Jakarta ini bentuknya seperti apa. Pemerintah sendiri telah mengalokasikan dana perlindungan sosial sebesar Rp 110 triliun untuk 10 juta keluarga penerima manfaat (KPM) program keluarga harapan (PKH).


Lalu, 20 juta penerima kartu sembako, 5,6 juta peserta program Kartu Pra Kerja, pembebasan biaya listrik selama 3 bulan untuk 24 juta pelanggan listrik kapasitas 450 VA dan diskon 50% untuk 7 juta pelanggan listrik kapasitas 900 VA, tambahan insentif perumahaan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), dan dukungan logistik sembako serta kebutuhan pokok.

Pemerintah juga sedang mendata untuk memberikan bantuan langsung tunai (BLT) bagi 29,3 juta masyarakat miskin serta para pekerja informal seperti driver ojek online (ojol), pedagang pasar, warung pinggir jalan, toko kecil, dan lainnya.



Simak Video "Deretan Alasan di Balik Larangan Mudik Lebaran 2021"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/ang)