Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 03 Apr 2020 15:06 WIB

Harga Pangan Naik, Mentan: Ada Panic Buying

Vadhia Lidyana - detikFinance
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo Kabinet Kerja II Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (Foto: Muhammad Ridho)
Jakarta -

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menerima banyak laporan adanya kenaikan harga pangan. Menurutnya, kondisi itu sebagian besar disebabkan oleh fenomena panic buying dari masyarakat Indonesia sendiri.

Syahrul menuturkan, kenaikan tersebut utamanya terjadi di komoditas bawang putih dan bombai.

"Nah kemarin sebenarnya lebih banyak kenaikan harga yang melonjak itu karena ada panic buying, ada kepanikan masyarakat. Dan dan panic trader, ada kepanikan pedagang dengan terjadinya lockdown di beberapa negara. Dan ada yang mengisukan akan terjadi perlambatan dan sebagainya," kata Syahrul di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (3/4/2020).

Ia menegaskan, untuk saat ini pasokan kedua komoditas tersebut cukup. Bahkan, baik bawang putih maupun bombai akan terus dipasok sesuai rekomendasi impor yang sudah diterbitkan pihaknya.

"Hari ini bawang putih sudah masuk di Surabaya terus-menerus, dan juga di Tanjung Priok. Dan bawang bombai khusus dari New Zealand hari ini kita lihat, seperti ini. Dan kesiapan yang ada tak hanya untuk Jawa dan Sumatera, tapi sudah tembus ke Indonesia Timur," terang Syahrul.

Menambahkan Syahrul, Direktur Jenderal Hortikultura Kementan Prihasto Setyanto mengatakan, pihaknya sudah menerbitkan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) atas 227.000 ton bawang bombai yang cukup untuk kebutuhan 1,5 tahun. Dalam waktu dekat ini, akan segera masuk secara bertahap yaitu 5.500 ton bawang bombai dari New Zealand.

"Paling lambat minggu depan akan tiba di Indonesia. Bawang bombai ini dari New Zealand, nanti ada lagi dari China dan Australia. Memang dari India agak ada kendala, karena di sana sedang lockdown menurut informasi pelaku usaha.

Kembali ke Syahrul, ia meminta kepada seluruh pemangku kepentingan agar proses distribusi pangan pokok tak ada halangan. Sehingga, pasokan komoditas pangan bisa lancar.

"Kita sudah surati presiden, seluruh komoditas pangan dasar jangan ada isolasi wilayah atau penutupan. Karena ini berkaitan dengan perut rakyat. Makanya kita harap untuk kepentingan dasar itu tidak ada penutupan daerah," imbuh dia.


Ia mengatakan, pihaknya akan meminta izin kepada pihak kepolisian dan Pemerintah Daerah (pemda) jika proses distribusi pangan pokok terhambat kegiatan karantina wilayah.

"Kita akan minta izin ke polisi, pemda dan masyarakat, khusus untuk pangan jangan ada yang halangi sehingga kelancaran bisa dilakukan," tutupnya.



Simak Video "Demi Kebutuhan Tenaga Medis, Please Jangan Borong Masker"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com