Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 04 Apr 2020 22:28 WIB

Bos IMF Sebut Dunia Sekarang dalam Resesi

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Dampak Corona ke Ekonomi Foto: Dampak Corona ke Ekonomi (Tim Infografis Fuad Hasim)
Jakarta -

Bos Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund) Kristalina Georgieva mengatakan ekonomi global sekarang dalam resesi karena COVID-19, tetapi dia berbesar hati melihat para pemimpin dunia akhirnya menyadari bahwa hanya upaya terkoordinasi yang akan dapat membendung penyebaran coronavirus novel.

"Kami telah menyatakan bahwa dunia sekarang dalam resesi dan bahwa panjang dan kedalaman resesi ini bergantung pada dua hal: Mengandung virus dan memiliki respons yang terkoordinasi dan efektif terhadap krisis," kata Georgieva dalam perbincangan dengan CNBC pada Jumat (27/3/2020).

"Saya sangat terdorong oleh apa yang saya lihat sekarang. Saya melihat pemahaman yang lebih jelas [di antara para pemimpin global] bahwa jika kita tidak mengalahkannya di mana-mana kita tidak akan bisa keluar darinya. Kami belum pernah melihat ekonomi dunia berhenti. Sekarang kami melakukannya. Bagaimana kami merevitalisasi itu adalah topik penting lainnya," tambahnya.

IMF telah mengambil langkah-langkah luar biasa dalam beberapa minggu terakhir untuk membantu memerangi korban ekonomi COVID-19, dan upaya untuk menahan penyebarannya, telah terjadi pada ekonomi di seluruh dunia.

Pada 16 Maret, badan internasional itu mengatakan "siap" untuk menggunakan kapasitas pinjaman US$ 1 triliun untuk membantu negara-negara di seluruh dunia yang berjuang dengan dampak kemanusiaan dan ekonomi dari coronavirus.


Georgieva menyatakan dukungan semacam itu dapat digunakan untuk membantu anggotanya, terutama negara-negara berkembang. Containment and Relief Trust IMF dari Bencana "dapat membantu negara-negara termiskin dengan segera meringankan hutang, yang akan membebaskan sumber daya vital untuk pengeluaran kesehatan, penahanan, dan mitigasi."

Komentar Bos IMF mengakhiri pekan yang keras di bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street, dengan S&P 500 turun hampir 3% dalam perdagangan tengah hari di New York. Kini, Baik S&P 500 dan Dow industrial naik lebih dari 10% minggu ini, namun setelah Federal Reserve memutuskan untuk mengucurkan uang tunai ke ekonomi AS melalui kebijakan pelonggaran bersejarah dan pinjaman tanpa bunga.

Investor juga lega karena Kongres AS menyiapkan paket stimulus besar senilai $ 2 triliun yang, jika disahkan, akan memberikan jutaan warga negara suntikan uang tunai cepat di antara ketentuan lainnya.



Simak Video "Pasien Corona di Mamuju Kabur: Dijemput Petugas, Dilawan Keluarga!"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com