Menelisik Langkah Jokowi Selamatkan Ekonomi RI dari Corona

Anisa Indraini - detikFinance
Senin, 06 Apr 2020 08:05 WIB
Presiden Jokowi
Foto: Muchlis Jr/Biro Pers Setpres

Ganggu Pasar Keuangan

Wabah virus corona telah memicu ketakutan yang luar biasa pada investor di pasar keuangan. Pandemi ini benar-benar terasa menggerogoti sektor keuangan.

Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Eko Listiyanto mencontohkan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) yang menembus angka Rp 16.000 karena kepanikan pasar akibat corona.

"Mata uang kita rupiah dengan sangat cepat terdepresiasi. Dari Rp 14.000-an jadi Rp 15.000. Dalam waktu 3 hari tembus Rp 16.000, itu luar biasa waktu pertengahan bulan Maret kemarin akhirnya ini tembus level psikologis Rp 17.000. Respons pasar akibat pandemi virus corona ini ternyata juga langsung berimbas ke sektor keuangan," kata Eko dalam telekonferensi, Minggu (5/4/2020).

Jika terus-terusan seperti ini menghantui sektor keuangan, Eko bilang, Indonesia bisa mengalami krisis.

"Ini sebuah situasi yang semakin susah di sektor keuangan, berimbas kepada aspek macam-macam. Peluang terjadinya krisis juga sangat besar kalau tidak bisa ditangani," sebutnya.

Untuk memperbaiki sektor keuangan, Eko menjelaskan, pemerintah harus memperbaiki sentimen masyarakat menjadi positif dalam penanganan pendemi ini.

"Penanganan COVID-19 harus dinilai positif oleh masyarakat. Artinya didukung oleh masyarakat, terus aspirasi masyarakat juga didengar dan dilakukan oleh pemerintah. Ketika itu tidak dilakukan akan susah," ucapnya.

Halaman


Simak Video "Jokowi Minta Perbanyak Program Padat Karya "
[Gambas:Video 20detik]

(ang/ang)