Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 06 Apr 2020 17:47 WIB

Gagal Bayar Koperasi Indosurya Makan Korban Jiwa

Danang Sugianto - detikFinance
Petugas Cash Center BNI menyusun tumpukan uang rupiah untuk didistribusikan ke berbagai bank di seluruh Indonesia dalam memenuhi kebutuhan uang tunai jelang Natal dan Tahun Baru. Kepala Kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua mengungkapkan jumlah transaksi penarikan uang tunai sudah mulai meningkat dibanding bulan sebelumnya yang bisa mencapai penarikan sekitar Rp1 triliun. Sedangkan untuk Natal dan tahun baru ini secara khusus mereka menyiapkan Rp3 triliun walaupun sempat diprediksi kebutuhannya menyentuh sekitar Rp3,5 triliun. (FOTO: Rachman Haryanto/detikcom) Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Koperasi Simpan Pinjam Indosurya Cipta (ISP) terungkap mengalami gagal bayar. Sudah banyak dari nasabah ISP yang mengeluhkan tidak bisa mencairkan dananya.

Tak hanya itu, ISP pun kini melakukan PHK terhadap ratusan karyawannya. Hal itu diungkapkan oleh karyawan ISP yang mengaku bernama Boy (samaran).

Boy merasa dirugikan bukan hanya karena di-PHK tapi uang seluruh keluarganya juga 'nyangkut' di ISP. Dia, adiknya hingga ayahnya sudah mempercayakan uangnya di ISP. Padahal uangnya itu untuk biaya nikah.

"Uang keluarga saya ditaruh semua di sini. Saya pun kena. Uang saya buat nikah sekian ratus juta juga enggak keluar, harusnya sudah jatuh tempo," tuturnya kepada detikcom, Senin (6/4/2020).

Ironisnya lagi, adik Boy yang tengah sakit kanker menempatkan uangnya di ISP. Uang itu harusnya digunakan untuk adiknya berobat.

"Adik saya juga sekarat, sampai dokter sudah angkat tagan. Berobat pakai BPJS kan lama, kalau ada uang tunai kan penanganannya lebih cepat," tambahnya.

Tak hanya itu, salah satu nasabah ISP juga pagi tadi dikabarkan meninggal dunia. Sebelumnya nasabah itu sudah masuk ICU setelah mendapatkan kabar bahwa dananya di ISP tak bisa cair.

"Intinya Indosurya banyak makan korban. Tadi pagi dapat kabar nasabah teman saya meninggal, gara-gara stress mikirin uangnya di Indosurya, masuk ICU dan meninggal," tuturnya.

Pada 24 Februari 2020 ISP mengeluarkan memo kepada nasabahnya bahwa pengembalian dana harus diperpanjang 6 bulan sampai 4 tahun. Perpanjangan itu dilakukan tergantung dari jumlah dana yang ditempatkan.

Setelah itu ISP mengeluarkan memo baru, isinya pengembalian dana tidak lagi diperpanjang melainkan dicicil 3-10 tahun. Ironisnya lagi pengembalian dana nasabah dilakukan tanpa bunga.



Simak Video "Detik-detik Perampokan di Depok, Tarik-tarikan Tas Isi Rp 80 Juta"
[Gambas:Video 20detik]
(das/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com