Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 06 Apr 2020 23:32 WIB

KKP Estimasi Panen Perikanan April-Juni Capai 450 Ribu Ton

Inkana Putri - detikFinance
KKP Foto: Kementerian Kelautan dan Perikanan
Jakarta -

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan pelaku usaha perikanan budi daya Tanah Air tetap berproduksi di tengah pandemi Covid-19. Estimasi panen komoditas sektor ini mencapai 450 ribu ton sepanjang April hingga Juni 2020.

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menjelaskan komoditas perikanan budi daya yang dimaksud meliputi ikan air tawar, ikan laut non-udang, dan udang. Rinciannya, estimasi panen ikan air tawar sebanyak 341.494 ton, budi daya ikan laut non-udang 4.400 ton dan udang 104.941 ton.

"Itu angka estimasi hasil panen tiga bulan, dari April sampai Juni 2020," ujar Edhy dalam keterangan tertulis, Senin (6/4/2020).

Edhy menjelaskan lokasi panen tersebar di sejumlah wilayah seperti Aceh, Bengkulu, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Kepri, Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Bali, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Kalimantan hingga Maluku.

Untuk mendukung perikanan budi daya terus berjalan di tengah pandemi Corona, Edhy meminta Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT) mempertimbangkan penundaan kenaikan harga pakan ikan dan udang. Menurutnya, sinergi dan saling mendukung sangat dibutuhkan saat ini agar roda ekonomi tetap berjalan dan pembudidaya tetap sejahtera.

Sejak mewabahnya virus Corona di Indonesia dan negara-negara lain di dunia, harga udang dan ikan air payau laut hasil budidaya mengalami penurunan 20-30%. Penurunan harga ini sejalan dengan menurunnya permintaan imbas tutupnya banyak restoran di Indonesia dan dunia.

"Namun begitu, kebutuhan rumah tangga tidak pernah berhenti. Sehingga kami menghitung ini sementara (penurunannya). Begitu pandemi ini selesai, permintaan terhadap ikan dan kebutuhan pokok yang berbasis perikanan, akan meningkat," jelasnya.

Selain sektor budi daya, Edhy memastikan usaha perikanan tangkap juga terus beraktivitas. Estimasi produksi perikanan laut sepanjang April hingga Juni 2020 mencapai 1,6 juta ton.

KKP juga mengupayakan hasil produksi pembudidaya maupun nelayan tetap terserap. Sejumlah strategi sudah disusun, salah satunya dengan mengajak Kementerian Sosial dan Pemerintah Daerah (Pemda) untuk memasukkan produk perikanan dalam paket bantuan ke masyarakat.

"Di Kemensos ada Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai. Seandainya dalam paket bantuan ada hasil perikanan, entah itu ikan segar atau ikan olahan, tentu produksi sektor perikanan bisa terserap," jelasnya.

Selain itu, KKP juga mempersiapkan gudang-gudang pendingin (cold storage) untuk menampung hasil produksi masyarakat perikanan.



Simak Video "KKP Ajak Universitas Wollongong Kembangkan Kelautan dan Perikanan"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/akn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com