Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 07 Apr 2020 17:01 WIB

Harga Pangan Melonjak di Tengah Corona, Ini Biang Keroknya

Anisa Indraini - detikFinance
Harga pangan dan sembako Ilustrasi. Tidak terkait dengan berita/Foto: Sylke Febrina Laucereno/detikFinance
Jakarta -

Virus Corona membuat beberapa komoditas pangan menjadi mahal. Apa biang keroknya?

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) Suwandi mengatakan kenaikan harga pangan terjadi karena masalah distribusi. Distribusi terganggu imbas Corona sehingga berdampak kepada lonjakan harga.

"Kendala utama sebenarnya pasokan cukup, panen banyak. Itu yang terjadi di sentra-sentra produksi lagi panen banyak. Masalahnya di distribusi, sehingga berdampak ke harga," kata Suwandi lewat telekonferensi, Selasa (7/4/2020).

Pihaknya akan berupaya meringankan biaya distribusi agar pengiriman lancar dan harga tidak berdampak kepada konsumen.

"Menteri Pertanian sudah bersurat dan koordinasi dengan instansi terkait untuk memperlancar distribusinya. Termasuk salah satunya mengupayakan supaya distribusi kita ringankan biayanya. Jadi pengiriman supaya lancar, biayanya supaya efisien, sehingga bisa mengangkat harga di petani dan tidak mahal di tingkat konsumen," sebutnya.

Berikut harga bahan pangan yang naik akibat corona:

1. Jahe merah tembus Rp 70.000/kg dari yang biasanya Rp 50.000/kg. Di beberapa pasar di Jakarta, harga jahe merah bahkan bisa mencapai Rp 90.000/kg.

2. Harga temulawak naik menjadi Rp 50.000/kg dari semula hanya Rp 15.000/kg.

3. Harga bawang bombai naik hingga Rp 160.000/kg dari harga awal hanya Rp 15.000/kg



Simak Video "Pergantian Tahun Harga Pangan Stabil, Polri: Tak Ada Penimbunan"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com