Hampir 170 Ribu Nasabah Bank BUMN Ajukan 'Libur' Nyicil Kredit

Hendra Kusuma - detikFinance
Selasa, 07 Apr 2020 18:20 WIB
Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) siang ini sudah menembus Rp 14.930. Dolar AS bergerak di level Rp 14.820-14.933 hari ini.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat hampir 170 ribu debitur atau nasabah empat Bank BUMN mengajukan 'libur bayar' cicilan atau restrukturisasi kredit lantaran penghasilannya terdampak virus Corona (COVID-19).

Ketua Dewan Komisioner OJK total nasabah yang berasal dari empat Bank BUMN ini sebanyak 168.569 debitur dengan total sekitar Rp 28,7 triliun.

"OJK sudah berikan insentif kepada bank dan lembaga keuangan untuk restrukturisasi untuk semua level," kata Wimboh saat raker bersama Komisi XI DPR secara virtual, Jakarta, Selasa (7/4/2020).

Sejumlah 168.569 nasabah ini, rinciannya sebanyak 6.238 nasabah PT Bank Negara Indonesia Tbk dengan nilai kurang lebih Rp 6,9 triliun. Sebanyak 134.258 nasabah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk dengan nilai kurang lebih Rp 14,9 triliun.

Selanjutnya, ada 10.592 nasabah PT Bank Mandiri Tbk dengan nilai kurang lebih Rp 4,1 triliun. Dan yang terakhir ada 17.481 nasabah PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) dengan nilai Rp 2,8 triliun.

"Tentunya debitur ini adalah debitur yang kita prioritaskan yang sampai dengan Rp 10 miliar, bahkan kalau sudah di atas Rp 10 miliar memang harus restrukturisasi karena buat bayar saja berat, kalau di bawah itu masih ada ruang," jelasnya.



Simak Video "Imbas Covid-19, Pengusaha Rental Mobil Datangi Kantor OJK"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/dna)