Pertamina Mulai Ngebor Minyak di Libya Februari 2006
Senin, 12 Des 2005 18:02 WIB
Jakarta - Setelah sukses memperoleh blok migas di Libya, Pertamina akan mulai ngebor minyak di negeri yang dipimpin Moammar Khadafi pada Februari 2006.Pertamina pada 2 Oktober lalu memenangkan tender Exploration & Production Sharing Agreement (EPSA) Bid Round 2 di Libya. Blok yang dimenangkan meliputi pengelolaan Blok 17-3 Cekungan Sabratah (off shore) dan Blok 123-3 Cekungan Sirte (on shore). Selanjutnya, Pertamina yang diwakili oleh Wakil Dirut Mustiko Saleh dan Libya yang diwakili Chairman National Oil Corporation (NOC) Abdullah S. Al Badri menandatangani kontrak tersebut pada 8 Desember 2005 di Tripoli, ibukota Libya.Untuk tahap awal operasi di Blok Sirte, Pertamina akan memulai fase eksplorasi selama lima tahun pertama pada Februari 2006. Eksplorasi berupa akuisisi seismic 3D seluas 300 km2, akuisisi seismic Dua Dimensi (2D) sepanjang 700 kilometer dan pemboran wildcat sejumlah dua sumur, dengan perkiraan biaya sebesar US$ 19,1 Juta.Sedangkan untuk Blok Sabrata, Pertamina dalam lima tahun pertama eksplorasi akan melakukan akuisisi seismic Tiga Dimensi (3D) seluas 1000 km2, dan pemboran wildcat sejumlah dua sumur dengan biaya sebesar US$ 30 Juta.Menurut juru bicara Pertamina, M Harun dalam penjelasan tertulis yang diterima detikcom, Senin (12/12/2005), kontrak ini akan memberikan pendapatan kepada Pertamina sebesar 11,7 persen dari seluruh pendapatan Blok Sabratah selama masa produksi. Khusus untuk Blok Sirte, Pertamina akan memperoleh 8,8 persen dan pemerintah Libya akan menanggung 50 persen biaya pengembangan dan mengganti 87,6 persen biaya operasi produksi lapangan. Kedua blok yang dikelola Pertamina ini merupakan prospek area dengan perkiraan total cadangan minyak sebesar 475 juta barrel (MMBO) dan 3,5 triliun kaki kubik gas (TCF) dan total luas area mencapai 3671 kilometer persegi.Setelah dicabutnya embargo PBB pada tahun lalu, Pemerintah Libya gencar melaksanakan restrukturisasi sektor energi dengan membuka peluang investasi pada investor asing. Libya tercatat memiliki cadangan migas yang cukup besar yakni cadangan terbukti 39 miliar barrel minyak dan 52 triliun kaki kubik gas. Dari jumlah tersebut, yang sudah dieksploitasi sebesar 1,60 juta barrel minyak persen hari dan 219 miliar kaki kubik gas per tahun. Dari migas yang dieksploitasi tersebut, sebanyak 237 ribu barrel minyak per hari (bph) untuk konsumsi dalam negeri dan 1,34 juta barrel minyak diekspor. Tujuan utama ekspor minyak Libya adalah Italia 545 ribu bph, Jerman 274 ribu bph, Perancis 94 ribu bph, AS 66 ribu bph dan sisanya dikirim ke Spanyol dan Yunani. Libya menargetkan peningkatan produksi minyak hingga 2 juta bph hingga 2010 dan meningkat menjadi 3 juta bph pada 2015. Pemerintah Libya memerlukan setidaknya US$ 30 miliar investasi baru untuk memeperbaiki infrastruktur perminyakan serta mencapai target produksi 10 tahun ke depan.
(qom/)











































