Peluang Bisnis yang Cocok Dilakukan di Rumah Biar Tetap Cuan

Anisa Indraini - detikFinance
Jumat, 10 Apr 2020 13:45 WIB
Ilustrasi kerja dari rumah
Foto: Tim Infografis Denny
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah menerapkan status pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di wilayah DKI Jakarta. Dengan adanya aturan ini, aktivitas bisnis selain layanan publik diliburkan.

Padahal masih banyak masyarakat yang tidak bisa bekerja dari rumah dan harus melakukan aktivitas di luar. Namun, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Tauhid Ahmad mengatakan banyak yang masih bisa dilakukan di rumah untuk bisa mendapatkan uang.

Misalnya berjualan minuman yang mengandung vitamin C atau jamu-jamuan yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh agar kebal dari virus Corona.

"Minuman yang mengandung vitamin untuk katakanlah mencegah tubuh tidak gampang terkena COVID-19 itu bisa sekali. Produk yang untuk menghangatkan tubuh seperti jahe, itu bisa dibuat di rumah," kata Tauhid kepada detikcom, Kamis (9/4/2020).

Atau bisa juga berjualan alat-alat kesehatan yang diproduksi sendiri dari rumah seperti masker, hingga hand sanitizer.

"Misalnya dengan keterampilan menjahit dan sebagainya, masker, alat pelindung diri (APD), itu kan sebenarnya produk rumahan yang bisa diolah di rumah. Atau yang lebih mudah hand sanitizer," sebutnya.

Dihubungi secara terpisah, Perencana keuangan Aidil Akbar menambahkan dengan kondisi seperti ini Anda bisa berjualan makanan. Menurutnya, menjual makanan memiliki peluang yang besar karena banyak orang sudah mulai bosan di rumah.

"Di rumah lama itu kendalanya banyak sekali ibu-ibu yang sudah kehabisan ide mau masak apa. Pada akhirnya mereka sesekali membeli makanan di luar, nah itu bisa jadi peluang," ucapnya.

Untuk penjualannya, Anda harus menggunakan media sosial dan memasarkannya secara agresif agar mendapat perhatian dari konsumen. Namun, Aidil bilang, jika baru memulai usaha jangan berpikir akan menghasilkan keuntungan yang besar. Setidaknya bisa untuk makan keluarga hari itu.

"Sekarang sudah waktunya harus punya minimal Instagram lah. Sekarang mereka harus agresif harus punya Instagram, harus punya foto-fotonya, promosiin ke orang-orang melalui media sosial," ujarnya.



Simak Video "Dari 5 Juli-3 Agustus, Denda Pelanggaran PSBB di DKI Capai Rp 1,5 M"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)