OPEC Pertahankan Kuota Produksi

Cadangan Darurat Ditarik

OPEC Pertahankan Kuota Produksi

- detikFinance
Selasa, 13 Des 2005 10:34 WIB
Jakarta - Organisasi negara penghasil minyak atau Organisation of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) akhirnya memutuskan untuk mempertahankan kuota produksinya sebesar 28 juta barel per hari, yang merupakan level tertinggi dalam 25 tahun terakhir.Keputusan itu diambil dalam pertemuan 11 negara OPEC di Kuwait yang berlangsung Senin (12/12/2005) seperti dikutip dari AFP, Selasa (13/12/2005)."Jika diperhatikan, kuota produksi itu sudah cukup untuk menyeimbangkan pasar selama kuartal pertama tahun ini," demikian pernyataan bersama OPEC.Dengan kuota tersebut, maka produksi yang sebenarnya akan tetap berkisar 30 juta barel per hari jika produksi Irak dimasukkan. Semenjak perang berkepanjangan, Irak sudah dikeluarkan dari penghitungan kuota produksi OPEC sejak 1990.OPEC juga memutuskan untuk menarik cadangan minyak darurat karena menilai pasar saat ini sudah cukup mendapatkan suplai dan harga cukup stabil. Cadangan minyak darurat yang dikeluarkan September lalu mencapai 2 juta barel per hari.Presiden OPEC Sheikh Ahmad Fahd al-Sabah mengatakan, jumlah itu tidak akan diperbarui setelah berakhir pada akhir tahun 2005.Namun Sheikh Ahmad mencatat bahwa cadangan darurat itu akan kembali dikeluarkan jika diperlukan di masa depan."Seperti biasa, OPEC akan selalu siap dan berterima kasih untuk membatu pasar jika terdapat kekurangan suplai," ujar Sheikh Ahmad yang merupakan menteri perminyakan Kuwait ini.Cadangan minyak darurat selama tiga bulan tersebut dimaksudkan untuk memenuhi permintaan setelah munculnya rangkaian badai di AS yang mengganggu produksi. Namun sejauh ini cadangan tersebut belum pernah diambil.Keputusan OPEC tersebut cukup membantu meredam lonjakan harga minyak yang sudah kembali mendekati level US$ 60 per barel. Harga minyak jenis light ditutup naik 47 sen menjadi US$ 59,86 per barel.OPEC rencananya akan menggelar pertemuan kembali pada 31 Januari 2006 di Wina, Austria, untuk mengevaluasi turunnya permintaan energi musiman, dengan kemungkinan pemangkasan produksi. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads