Teleconference Petani, Mentan: Panen Raya Bukan Angka di Atas Kertas

Abu Ubaidillah - detikFinance
Selasa, 14 Apr 2020 14:16 WIB
Syahrul Yasin Limpo
Foto: Kementan
Jakarta -

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) ingin membuktikan secara riil bahwa semua sedang melakukan panen raya. Maka dari itu, Mentan menyapa seluruh petani di kabupaten yang sedang melakukan panen raya melalui video conference di ruang rapat AWR.

"Kami ingin buktikan bahwa riil memang semua sedang panen, bukan hanya angka-angka di atas kertas saja," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (14/4/2020).

Video conference tersebut diikuti oleh 332 titik yang menggambarkan kabupaten yang sedang panen raya padi dan jagung. Bahkan, 12 Bupati juga turut bergabung pada video conference tersebut seperti Bupati Serdang Bedagai, Banyuasin, Bengkulu Selatan, Rejang Lebong, Cianjur, Balangan, Barru, Banggai, Konawe Selatan, Sumbawa Barat, Dompu, dan Nagekeo.

Kementan memperkirakan puncak panen raya akan berlangsung hingga April dengan luas panen 1.73 hektare atau setara produksi 5.27 ton beras dan berlanjut hingga Mei dengan luas panen 1.38 juta hektare atau setara produksi 3.81 juta ton beras.

Pemerintah juga akan mengantisipasi agar harga gabah di tingkat petani tidak jatuh di bawah Harga Pembelian pemerintah (HPP). Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan Komando Strategi Penggilingan Padi (Kostraling) melalui pendekatan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Rata-rata harga gabah di tingkat petani pada Maret lalu adalah Rp 4.600/kg dan sesuai dengan Permendag No 24 Tahun 2020 yang baru HPP GKP di tingkat petani naik sebesar Rp 4.200/kg dan diperkirakan akan turun ketika puncak panen raya.

Syahrul minta daerah segera menyerap KUR dan menawar harga agar tidak jatuh sampai di bawah HPP. Meski ada wabah, namun para petani diminta tetap semangat karena Kementan akan memberikan bantuan untuk kelancaran produksi. Dengan demikian, tugas jajaran Dinas Pertanian di kabupaten akan menjadi sangat penting untuk mengawal kegiatan petani.

"Pada masa wabah COVID ini ada 2 agenda utama yang menjadi prioritas utama negara, yaitu bidang kesehatan dan pemenuhan pangan," ujar Syahrul.

Saat ini Kementan tengah menjajaki Kostraling bekerja sama dengan pemasaran online untuk menjual beras ke masyarakat. Langkah nyatanya, Kementan mencanangkan kerja sama dengan Blibli dalam penyediaan dan distribusi beras.

MoU antara Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi dan CEO Blibli Kusumo Martanto telah dilakukan dalam hal pemanfaatan jasa penyediaan dan distribusi beras melalui Blibli.

"Kami merasa senang telah mendapatkan kepercayaan dari Pemerintah Indonesia dalam hal ini Kementerian Pertanian sebagai e-commercial partner eksklusif untuk mendukung ketersediaan bahan pangan beras bagi masyarakat yang membutuhkan. Ini adalah bentuk komitmen kami untuk berkolaborasi dan mendukung Indonesia dalam menghadapi situasi pandemi saat ini," ujar Kusumo.

Blibli berharap dapat memberikan dukungan maksimal serta memudahkan upaya pemerintah dalam menyediakan bahan pangan beras. Hal ini tentu akan didukung oleh keseluruhan rantai logistik yang akan menjadi tulang punggung Blibli, termasuk warehouse yang tersebar dan menjangkau seluruh pelanggan di Indonesia.

Jasa aplikasi online selain untuk memudahkan akses konsumen untuk membeli beras, juga dapat membantu menyerap gabah petani agar tidak di bawah harga standar. Yaitu dengan menggandeng Kostraling padi untuk membeli gabah petani dan memasok beras untuk dijual secara online.

Sementara itu, Suwandi meminta agar Kadistan Provinsi dan Kadistan Kabupaten mendampingi Kostraling penggilingan untuk akses KUR agar dapat menyerap gabah petani. Kostraling selanjutnya segera bermitra dengan pasar online, marketplace, startup, dan e-commerce untuk melancarkan distribusi.

"Kami dekatkan produsen dan konsumen agar memperlancar distribusi karena dengan kondisi wabah Corona dan kebijakan pemerintah PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) yang menjadi persoalan adalah distribusi yang kemudian akan berdampak pada harga," kata Suwandi.

Pemerintah terhadap kondisi saat ini tidak menjadi penghalang untuk tetap berproduksi, tentu pemerintah berupaya maksimal untuk melindungi petani serta agar masyarakat terpenuhi kebutuhan hidupnya sesuai dengan arahan Presiden Jokowi Bahwa petani harus berproduksi pada kondisi apapun.



Simak Video "Eselon I Kementan Dikritik Habis DPR Gegara Berseragam Kostranas NasDem"
[Gambas:Video 20detik]
(mul/ega)