Musim Tanam, Pabrik Pupuk Diminta Naikkan Stok 2 Kali Lipat
Selasa, 13 Des 2005 14:39 WIB
Jakarta - Mengantisipasi kelangkaan pupuk pada musim tanam akhir tahun ini, pemerintah telah berkoordinasi dengan para produsen pupuk agar meningkatkan persediaan pupuk hingga dua kali lipat dari biasanya."Depdag sudah koordinasi ke pabrik pupuk untuk mempersiapkan pupuk yang cukup dalam menghadapi musim tanam. Paling tidak dua minggu dari kebutuhan, dan masing-masing daerah jumlahnya harus naik dua kali untuk menghadapi konsumsi yang mendadak," kata Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Departemen Perdagangan (Depdag) Ardiansyah Parman.Hal itu dia katakan di sela acara seminar standarisasi label untuk perdagangan global di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (13/12/2005).Sebenarnya, ungkap Ardiansyah, jumlah produksi untuk kebutuhan dalam negeri cukup. Hanya saja ada kebutuhan pupuk yang bersamaan waktunya di beberapa daerah dan dalam waktu singkat penyerapannya tinggi.Beberapa pabrik pupuk, ujar Ardiansyah, sudah menyiapkan jumlah stok yang melebihi target yang ditetapkan Departemen Pertanian (Deptan)."Ini untuk mengantisipasi kebutuhan yang mendesak dalam waktu dekat," tutur Ardiansyah yang menyayangkan adanya pemberitaan kelangkaan pupuk yang membuat petani resah.Mengenai Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk dalam negeri yang sebesar Rp 1.050 per kilogram, menurut Ardiansyah, dalam waktu dekat belum akan ada kenaikan harga. Kebutuhan pupuk untuk petani mencapai 4 juta ton dalam setahun.Meski demikian, dia mengakui, harga pupuk dalam negeri tidak sesuai dengan biaya produksinya seperti dengan harga gas. "Usulan Depdag saya belum hitung, tapi setidaknya sesuai biaya produksi," katanya.Sementara Menteri Perindustrian Fahmi Idris mengaku, pihaknya sudah membicarakan masalah pupuk ini dengan Menteri Pertanian."Saya bilang kita mengalami kelangkaan di daerah Pantura dan Sumut. Tapi dari sisi makro, antara jumlah produksi dan konsumsi masih lebih tinggi produksi. Artinya tidak boleh ada kelangkaan," jelas Fahmi.Menurut Fahmi, total produksi pupuk nasional saat ini mencapai 6,7-6,8 juta ton per tahun. Namun konsumsi pupuk tidak hanya untuk tanaman pangan yang butuh sekitar 4,2 juta ton per tahun. Di luar itu juga digunakan oleh pertanian non subsidi untuk industri.Adanya disparitas harga antara pupuk dalam negeri dan ekspor juga ikut menyulut produsen yang memilih ekspor karena lebih menguntungkan.Mengenai sinyal adanya kelangkaan pupuk, Fahmi melihat itu dari tiga faktor. Pertama, sebagian orang telah menyetok lebih dulu karena pada Oktober dan November lalu ada isu kenaikan HET pupuk.Kedua, masalah distribusi. Dan ketiga, kelangkaan bahan baku yang dialami beberapa produsen pupuk seperti Pupuk Kujang.
(ir/)











































