Sederet 'Bantuan Corona' untuk Driver Ojol yang Bikin Iri

Anisa Indraini - detikFinance
Rabu, 15 Apr 2020 09:41 WIB
driver ojol
Foto: istimewa
Jakarta -

Pemerintah telah memberikan banyak bantuan perlindungan sosial untuk diberikan kepada masyarakat. Bantuan tersebut diharapkan bisa menjaga perekonomian masyarakat yang terdampak virus Corona (COVID-19).

Namun baru-baru ini muncul sebuah meme yang menyatakan jika pemerintah terlalu memikirkan driver ojek online (ojol) yang pendapatannya berkurang imbas virus Corona. Padahal masih banyak pekerja sektor informal lainnya yang terdampak.

Memangnya apa saja bantuan yang didapat driver ojol dari pemerintah? Berikut rangkuman detikcom, Rabu (15/4/2020).

1. Beli BBM Dapat Cashback 50%

Ojol satu-satunya sektor transportasi yang mendapatkan promo cashback sebesar 50% untuk pembelian BBM non-subsidi di SPBU Pertamina dengan menggunakan aplikasi MyPertamina.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati mengatakan program ini untuk meringankan beban hidup para driver ojol saat wabah COVID-19.

"Diharapkan program yang berjalan 3 bulan ke depan (14 April-12 Juli 2020) ini bisa meringankan beban biaya yang harus dikeluarkan ojol dalam menjalankan pekerjaannya," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (13/4/2020).

Adapun Total cashback saldo yang akan diberikan Pertamina untuk keseluruhan program ini sebesar Rp 13,5 miliar. Program berbagi ini memberikan cashback dengan maksimal nilai Rp 15.000/hari yang bisa didapatkan oleh 10.000 driver ojol setiap harinya.

2. Libur 'Cicil' Kredit Bank

Pemerintah juga memberikan relaksasi keringanan bayar angsuran kredit kendaraan bermotor (KKB) untuk para driver ojol. Pembayaran cicilan debitur akan ditunda sampai satu tahun.

Staf Ahli Kemenko Perekonomian, Raden Edi Prio Pambudi menjelaskan relaksasi yang diberikan adalah melonggarkan ketentuan perhitungan kolektibilitas kredit, atau klasifikasi status keadaan pembayaran angsuran bunga maupun angsuran pokok dan bunga kredit oleh debitur.

"Di sini ada tambahan kebijakan lanjutan untuk dampak ekonomi COVID-19. Pertama relaksasi leasing motor untuk ojol," kata dia dalam telekonferensi yang digelar HIPMI melalui YouTube, Jumat (20/3/2020).

3. Dapat Bantuan Langsung Tunai (BLT)

Pemerintah juga akan memberikan BLT kepada 29,3 juta masyarakat yang masuk ke dalam kelompok 40% termiskin di Indonesia, hingga para kelompok pekerja informal termasuk pengemudi ojol.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso mengatakan kebijakan ini digulirkan pemerintah guna menjaga daya beli masyarakat di tengah pelemahan ekonomi akibat dampak virus Corona.

"Untuk meningkatkan daya beli, kita bagi dalam beberapa kelompok tujuan stimulus, pertama pasti adalah masyarakat rumah tangga termiskin, 40% rumah tangga termiskin, 29,3 jt akan alokasikan dalam bentuk bantuan langsung tunai," kata Susi saat video conference BNPB, Jakarta, Kamis (26/3/2020).

4. Dijadikan Transportasi untuk Pembelian Sembako

Kementerian Pertanian telah menggandeng perusahaan aplikator transportasi online untuk pembelian sembako. Ojol merupakan satu-satunya sektor transportasi yang diajak bekerja sama. Beda dengan perusahaan-perusahaan transportasi lainnya yang harus berupaya mandiri.

5. Minta Tes Corona dan Turunkan Ongkos Kirim

Pihak ojol masih meminta pemerintah memperhatikan para pengemudi ojol yang pendapatannya sudah hilang sejak diterapkan physical distancing. Ketua Presidium Gabungan Roda Dua (Garda), Igun Wicaksono meminta pemerintah memberikan layanan kesehatan bagi para driver ojol, seperti pengecekan COVID-19.

"Karena kami yang masih terus beraktivitas di jalan dan paling berisiko terpapar juga," tuturnya kepada detikcom, Senin (6/4/2020).

Pihaknya juga memiliki tuntutan kepada aplikator seperti Gojek dan Grab yaitu minta diturunkan potongan ongkos kirim yang biasanya 20% menjadi maksimal 10%. Selama ini ongkir yang didapat dipotong sekitar 20% untuk aplikator.

(eds/eds)