Utang LN Jatuh Tempo Tahun 2006 Capai Rp 91,6 Triliun

Utang LN Jatuh Tempo Tahun 2006 Capai Rp 91,6 Triliun

- detikFinance
Selasa, 13 Des 2005 15:23 WIB
Jakarta - Indonesia pada tahun 2006 sudah wajib membayar kembali utang yang jatuh tempo setelah selesainya moratorium. Dan tak tangung-tanggung, Indonesia harus membayar Rp 91,6 triliun.Angka tersebut masih ditambah dengan utang dalam negeri, yang jika ditotal bisa mencapai lebih dari Rp 100 triliun. Jumlah itu berarti lebih besar dari subsidi BBM yang ditetapkan dalam APBN 2005 sebesar Rp 89 triliun."Pembayaran utang luar negeri tahun 2006 ada Rp 91,6 triliun yang berupa pembayaran pokok dan bunga," kata Dirjen Perbendaharaan Depkeu Mulia P Nasution di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (13/12/2005).Mulia menambahkan, saat ini pemerintah masih melakukan strategi pengelolaan utang yang bertujuan untuk mengurangi stok utang negara, serta beban pembayaran pokok dan bunga. Hal itu dimaksudkan untuk menciptakan fiskal yang lebih sustainable.Salah satu strategi pengelolaan utang adalah melalui reprofilling atau penataan utang yang jatuh tempo. "Tidak tertutup kemungkinan ada utang-utang yang jatuh tempo di waktu yang akan datang, kemudian ditata kembali, di-reprofilling supaya menjadi lebih bagus," ujar Mulia.Saat ini total utang Indonesia lebih dari Rp 1.200 triliun. Kepala Bappenas Paskah Suzetta berniat membuat sebuah database untuk mencari angka utang yang akurat. (qom/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads