Ramalan IMF soal Krisis Ekonomi Global Segera Jadi Kenyataan?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 16 Apr 2020 18:00 WIB
Akibat Corona Dunia Hadapi Krisis Ekonomi Terburuk sejak Malaise
Foto: DW (News)
Jakarta -

Dana Moneter Internasional (IMF) memproyeksi pertumbuhan ekonomi dunia akan mengalami kontraksi. Hal ini karena ekonomi negara-negara besar 'terjangkit' virus Corona.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim menjelaskan proyeksi terkait pertumbuhan ekonomi global yang negatif akibat COVID-19 ini memang bisa saja terjadi.

Hal ini karena kegiatan perdagangan, industri dan lainnya terhenti.

"Jadi kalau belum ada penyelesaian tentang pandemi ini maka memang bisa kontraksi dan mengarah ke resesi," kata Ibrahim, Kamis (16/4/2020).

Dia menjelaskan IMF juga memproyeksi pertumbuhan ekonomi di Asia akan terhenti dan menjadi 0% pada 2020. Menurut Direktur Departemen IMF untuk Asia dan Pasifik Chang Yong Rhee mengungkapkan ini adalah kinerja pertumbuhan yang terburuk selama 60 tahun.

Dalam laporan IMF jika pejabat negara tak mampu mengambil kebijakan yang tepat dikhawatirkan pandemi ini bisa menyeret perekonomian ke resesi pada 2021 mendatang.

Hal ini karena lockdown besar-besaran yang dilakukan beberapa negara turut mengganggu roda perekonomian global.



Amerika Serikat (AS) telah menggelontorkan stimulus perekonomian hingga ribuan triliun, demi menjaga sistem keuangan agar tetap stabil. Pertumbuhan ekonomi China juga tersengat Corona dan diproyeksi akan merosot ke level 1,2%, sama suramnya dengan negara-negara lain.

Selain China, negara di Eropa seperti Jerman dan Inggris juga akan mengalami penurunan perekonomian. Jepang juga akan mengalami tekanan pada perekonomiannya tahun ini.

Menurut IMF gerbang krisis ekonomi global sudah terbuka. Negara-negara harus bekerja sama dan berupaya sekuat tenaga untuk mengatasi pandemi ini.

Krisis kali ini lebih berat karena tak hanya indikator ekonomi dan keuangan yang bermasalah, namun juga kesehatan penduduk dunia. COVID-19 juga hadir sebagai penguji ketahanan ekonomi, bank sentral dan pemerintahan negara.

Selain itu investasi di berbagai negara juga terus merosot dan hal ini bukan sesuatu yang menguntungkan untuk pelaku bisnis. Karena itu pemerintah dan masyarakat juga harus bahu membahu dalam menekan penyebaran virus agar tak semakin meluas dan mendukung pengembangan penelitian vaksin.

"Saat ini tidak ada negara yang aman dari pandemi, karena itu negara perlu bekerja sama," jelas dia.

IMF merekomendasikan kepada pemerintah untuk mengalokasikan dana untuk pengujian, mempekerjakan kembali pensiunan profesional di bidang medis, alat kesehatan seperti ventilator dan alat pelindung diri dan pencabutan pembatasan perdagangan produk medis.

IMF juga meminta para pemerintah negara harus meningkatkan fiskal jika pembatasan terus berlangsung. Pemerintah juga harus memberikan bantuan kepada pekerja, dan pemerintah harus tetap membayar pekerja yang bekerja dari rumah.

"Mereka harus meyakinkan jika bekerja dari rumah tapi tetap tidak takut kehilangan pekerjaan selama pandemi ini," jelasnya.



Simak Video "Kapolri: Aktivitas Industri Sudah Beroperasi 24 Jam, Optimistis Ekonomi Tumbuh"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/eds)