Pekerja Kantoran WFH, Jasa Logistik Sektor Ini Lesu

Trio Hamdani - detikFinance
Jumat, 17 Apr 2020 17:00 WIB
Jumlah pasokan ruang perkantoran di wilayah DKI Jakarta terus bertambah. Hal ini karena semakin banyaknya gedung perkantoran yang sedang dibangun.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Pandemi virus Corona (COVID-19) membuat penyedia jasa logistik kebanjiran order, khususnya untuk mengantarkan produk pangan ke pelanggan karena dibatasinya kegiatan di luar rumah. Namun tidak semua pengusaha logistik diuntungkan imbas virus Corona.

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia (Asperindo) Mohamad Feriadi mengatakan, jasa logistik yang biasa mengantar kebutuhan perkantoran atau pertokoan harus gigit jari karena banyak yang tutup.

"Pemain yang banyak andalkan, menangani pelanggan korporat atau pelanggan ke konter-konter, mereka cenderung akan terjadi penurunan. Kenapa bisa terjadi? kita tahu banyak industri sudah mulai tutup, banyak toko, bisnis yang sekarang mulai shutdown, pekerjanya mulai work from home sehingga kalau produksi turun otomatis distribusinya turun," kata dia dalam diskusi online melalui saluran YouTube, Jumat (17/4/2020).

Hal itu diamini oleh Ketua Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Zaldy Ilham Masita. Menurutnya pengusaha logistik yang model bisnisnya melayani korporasi atau biasa disebut business to business (B2B), tertekan oleh pandemi COVID-19.


"Kalau dampaknya ke B2B, memang dampaknya ke B2B drop-nya memang sangat tinggi, karena hampir semua orang fokusnya penuhi kebutuhan pangan. Sandang papan dan lain-lain jadi opsional," jelasnya.

Jadi meskipun jasa logistik untuk mengantarkan kebutuhan pangan masyarakat meningkat, secara umum pertumbuhan industri logistik minus akibat virus Corona.

"Lima tahun terakhir growth-nya logistik itu kira-kira 10-15%. Sejak COVID-19 sudah minus, growth-nya minus," tambahnya.



Simak Video "Burnout Akibat WFH, Begini Cara Mengatasinya"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/hns)