Jonan Minta Pengusaha Logistik Jangan Manja Minta Disubsidi

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Jumat, 17 Apr 2020 17:40 WIB
Menteri ESDM Ignasius Jonan
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Mantan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan memberikan saran kepada dunia bisnis logistik dalam menghadapi tantangan wabah virus Corona. Menurutnya, saat ini adalah waktu yang tepat untuk mulai melirik penggunaan teknologi dalam operasional logistik.

Dia bilang, sejauh ini industri logistik kurang mampu memanfaatkan dengan baik teknologi. Dia meminta pengusaha logistik mulai memanfaatkan teknologi dengan masif.

"Saran saya di bisnis logistik, kita mumpung setengah menganggur, kita belajar. Industri logistik ini masih sangat kurang menurut saya gunakan teknologi informasi. Siapkan saja ke arah sana karena waktunya banyak," ungkap Jonan dalam diskusi online Markplus, Jumat (17/4/2020).

Jonan juga meminta agar para pengusaha logistik jangan keburu putus asa di tengah kelesuan dampak Corona. Hal itu menurutnya tidak cocok dilakukan para pengusaha. Menurut Jonan, justru di saat seperti ini menjadi momentum dunia bisnis melakukan pengembangan diri.

"Jangan putus asa, bilang kita perlu disubsidi lah, apa sebagainya. Menurut saya nggak cocok. Pelajari aja bisnisnya mumpung banyak waktu improve. Benerin dapurnya, benarin kendaraan, benarin teknologi supply chain," jelas Jonan.

"Jangan lupa kasih semangat ke pegawai," ungkapnya.

Jonan yang juga pernah memimpin PT Kereta Api Indonesia (KAI) kemudian bercerita kisah suksesnya saat berhasil membawa teknologi ke dalam layanan perkeretaapian. Dia menjelaskan saat itu sebenarnya KAI tidak akan memiliki uang apabila membentuk sistem tiket online.

"Dulu saya di KAI juga kan nggak ada uang banyak. Kita mau saat itu ticketing itu pesan tiket bisa pakai handphone, internet. Terus ada Indomaret Alfamart bagaimana ini bisa agar orang nggak ke stasiun beli tiket," jelas Jonan.

Akhirnya Jonan melakukan kerja sama dengan PT Telkom untuk membentuk sistem penjualan tiket onlinenya.

"Kita ke Telkom kita bangun sama-sama. Mereka yang invest kemudian saya yang pakai, situ invest kami yang bayar, toh kontraknya kan panjang," ungkap Jonan.



Simak Video "Satgas Sebut Banyak Orang Masih Tak Percaya Bahaya Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)