ADVERTISEMENT

Bisnis Wedding Organizer Rugi Miliaran Rupiah Gegara Corona

Anisa Indraini - detikFinance
Minggu, 19 Apr 2020 18:00 WIB
wedding reception table
Ilustrasi/Foto: Thinkstock
Jakarta -

Virus Corona tak hanya mematikan buat manusia, tetapi juga bisnis wedding organizer (WO). Hal itu karena adanya larangan membuat keramaian termasuk membuat pesta pernikahan demi menekan penyebaran virus menular tersebut.

General Manager Simple Wedding Indonesia, Sagaf Basry mengatakan bisnisnya seakan mati suri karena tidak berjalan selama pandemi ini. Banyak acara terpaksa ditunda hingga beberapa bulan ke depan.

"Nggak ada orang kumpul, nggak ada wedding, sudah pasti bisnisnya mati suri. Yang mundur sampai saat ini sekitar 15 wedding dari Maret-April. Mundurnya kita serahkan mereka untuk memilih tanggal lagi dan kebanyakan mereka memilih di tahun ini juga (2020)," kata Sagaf kepada detikcom, Minggu (19/4/2020).

Hal itu membuat perusahaan menanggung kerugian hingga miliaran rupiah. Banyak pasangan yang sudah ingin melakukan DP (down payment) namun memilih untuk menunda.

"Cancellation itu berdampak besar terhadap cashflow perusahaan. Dari kerugian secara nominal itu bisa miliaran, satu digit miliar ada. Itu sangat besar buat perusahaan WO," ucapnya.

Dihubungi secara terpisah, hal yang sama juga dirasakan oleh Owner Big Enterprise, Bigson Alandro. Ia menyebut sudah ada 10 wedding yang ditunda.

"Sejauh ini yang sudah pasti (ditunda) itu 10 wedding ada. Itu yang Maret-April. kalau Juni-Juli masih melihat situasi," ucapnya.

Bigson merasa prihatin dengan adanya pandemi ini karena sangat memukul keberlangsungan bisnisnya. Tidak ada kegiatan yang bisa dilakukan selama Corona ini masih ada di bumi.

"(Corona) sangat berpengaruh sekali dimana ini event-nya jadi di postpone otomatis tidak ada kegiatan yang hari H-nya. Pandemi ini membuat kita sangat-sangat prihatin," katanya.



Simak Video "Kasus Corona RI 15 September Tambah 2.651, Ini Sebarannya"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT