Pemerintah Siapkan Bantuan untuk UMKM, Kapan Cairnya?

Hendra Kusuma - detikFinance
Selasa, 21 Apr 2020 11:55 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan, Askolani mengatakan pemerintah masih mempersiapkan skema pemberian bantuan kepada pelaku UMKM dan dunia usaha dari dana pencadangan yang sekitar Rp 150 triliun.

Anggaran tersebut masuk dalam stimulus III yang nilainya mencapai Rp 405,1 triliun. Di mana sekitar Rp 75 triliun untuk insentif tenaga kesehatan dan penanganan kesehatan. Lalu sekitar Rp 110 triliun untuk sosial safety net seperti BLT, sekitar Rp 70,1 triliun untuk dukungan industri seperti pemotongan pajak, dan Rp 150 untuk program pemulihan ekonomi nasional.

"Pemerintah di sisi pembiayaan cadangkan pembiayaan Rp 150 triliun untuk dukungan bentuk lain UMKM, dunia usaha," kata Askolani dalam video conference, Jakarta, Selasa (21/4/2020).

Askolani bilang, skema pemberian bantuan pembiayaan ini masih difinalkan antara pemerintah bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

"Ini terkait perbankan skema ini masih disiapkan pemerintah dengan perbankan dengan OJK, BI, dan LPS untuk bagaimana tangani dampak dari kegiatan sektor ekonomi dan keuangan," jelasnya.

Menurut Askolani, skema bantuan ini melengkapi langkah pemerintah dalam mengatasi dampak virus Corona (COVID-19). Pemerintah sendiri sudah mengalokasikan anggaran untuk sektor kesehatan, sosial safety net atau perlindungan sosial, dan yang terakhir adalah bantuan kepada dunia usaha.

Pemerintah telah memberikan keringan pajak seperti penanggungan pembayaran pajak penghasilan (PPh) Pasal 21, penundaan PPh pasal 22, PPh pasal 25, dan mempercepat restitusi PPN dengan batasan hingga Rp 5 miliar.

"Kemudian di Perppu juga insentif lain diberikan, misal dengan pengurangan pajak PPh badan menjadi 22% dari 25% . Agar dunia usaha tidak alami penurunan signifikan, jangan sampai dunia usaha betul2-betul stop diharap bisa meringankan beban dan dalam waktunya mereka bisa pulih dan berkembang kembali," ungkapnya.



Simak Video "Corona RI Naik Lagi, Per 22 Januari Tambah 13.632 Kasus"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/dna)