Mendag Pangkas Lagi Anggaran Rp 1,22 T Buat Tangkis Corona

Vadhia Lidyana - detikFinance
Kamis, 23 Apr 2020 10:12 WIB
Petugas Cash Center BNI menyusun tumpukan uang rupiah untuk didistribusikan ke berbagai bank di seluruh Indonesia dalam memenuhi kebutuhan uang tunai jelang Natal dan Tahun Baru. Kepala Kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua mengungkapkan jumlah transaksi penarikan uang tunai sudah mulai meningkat dibanding bulan sebelumnya yang bisa mencapai penarikan sekitar Rp1 triliun. Sedangkan untuk Natal dan tahun baru ini secara khusus mereka menyiapkan Rp3 triliun walaupun sempat diprediksi kebutuhannya menyentuh sekitar Rp3,5 triliun. (FOTO: Rachman Haryanto/detikcom)
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Kementerian Perdagangan (Kemendag) memangkas lagi anggaran tahun 2020 sebesar Rp 1,22 triliun dari awalnya Rp 731,7 miliar. Pemangkasan ini dilakukan sebagai tindak lanjut realokasi anggaran dalam rangka penanggulangan virus Corona (COVID-19).

"Berdasarkan Surat Menteri Keuangan Nomor S-320/MK.02/2020 tentang langkah-langkah penyesuaian belanja Kementerian/Lembaga tahun anggaran 2020, Kementerian Perdagangan diminta untuk melakukan penghematan anggaran sebesar Rp1,22 triliun atau sebesar 34,24% dari pagu alokasi anggaran tahun anggaran 2020," kata Sekretaris Jenderal Kemendag Oke Nurwan dalam keterangan resminya, Kamis (23/4/2020).

Sehingga, anggaran Kemendag di tahun 2020 ini tersisa Rp 2,35 triliun, dari semula Rp 3,57 triliun.

"Dengan demikian, setelah dilakukan penghematan maka anggaran Kementerian Perdagangan Tahun Anggaran 2020 menjadi sebesar Rp2,35 trilliun yang digunakan untuk belanja pegawai, operasional perkantoran, penanganan COVID-19, dan kegiatan prioritas lainnya," jelas Oke.

Realokasi anggaran tersebut digunakan untuk memberikan bantuan berupa masker, sarung tangan, sabun cair, hand sanitizer, tangki air dan wastafel, serta bilik disinfektan untuk 157 pasar rakyat di beberapa daerah yang terdampak COVID-19 dengan total nilai sebesar Rp 5,4 miliar.

Adapun daerah-daerah yang mendapat alokasi bantuan tersebut, antara lain DKI Jakarta sejumlah 20 pasar; Jawa Barat sejumlah 54 pasar; Banten sejumlah 12 pasar; DI Yogyakarta sejumlah 7 pasar; Jawa Tengah sejumlah 35 pasar; dan Jawa Timur sejumlah 29 pasar.

Namun, untuk pelaksanaan refocusing kegiatan dalam instansi tersebut, serta membiayai pelaksaaan tupoksinya, Kemendag masih harus memangkas anggaran Tugas Pembantuan (TP) berupa pembangunan/revitalisasi Pasar Rakyat sebesar Rp 200,4 miliar. Pasalnya, dari sisa pagu yang tersedia untuk dihemat sebesar Rp 1,39 triliun lalu dikurangi target penghematan Rp 1,22 triliun, maka Kemendag hanya memiliki sisa pagu Rp 165,5 miliar.

"Oleh karena itu, sisa pagu untuk melaksanakan tugas dan fungsi Kemendag sampai akhir tahun ini hanya sebesar Rp165,5 miliar," terang Oke.



Simak Video "Siap-siap! Maret, Belanja Murah di Indonesia Akan Dibatasi!"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)