Sengsaranya Petani Sawit karena Corona, Tak Punya Uang Beli Beras

Vadhia Lidyana - detikFinance
Sabtu, 25 Apr 2020 03:30 WIB
Mengunjungi perkebunan milik PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk, Kalimantan Tengah. PT SSMS memiliki luas lahan sekitar 100 ribu hektar. Reno/detikcom.
Ilustrasi Petani Sawit
Jakarta -

Penyebaran virus Corona (COVID-19) mulai terasa oleh petani kelapa sawit. Turunnya daya beli menyebabkan penyerapan sawit menurun. Ditambah lagi ada 2 pabrik kelapa sawit di Kalimantan Tengah yang tutup, sehingga panen dari para petani tak terserap.

Senior Advisor Forum Petani Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia (Fortasbi) Rukaiyah Rafik memprediksi, apabila dalam 4-6 bulan ke depan virus Corona tak kunjung reda, maka akan banyak pelaku di industri sawit yang terdampak.

"Ini tantangan terberat bagi petani, jika pandemi sampai 4-6 bulan ke depan, yang terjadi adalah ekspor akan melambat, tangki penampungan CPO (crude palm oil) akan penuh, dan yang paling buruk adalah pabrik akan tutup," urai Rukaiyah dalam diskusi online Dampak COVID-19 pada Petani dan Buruh Sawit SPKS, Jumat (24/4/2020).

Menurutnya, skenario terburuk itu berpotensi membuat banyak pekerja di sektor kelapa sawit yang kehilangan pekerjaannya.

"Kalau kemudian itu terjadi maka kebun tidak akan dipanen karena tidak ada pembeli, dan yang akan terjadi selanjutnya adalah, akan banyak yang kehilangan mata pencaharian, para pekerja desa itu. Mulai dari pekerja panen, pekerja pupuk, tukang semprot," terang Rukaiyah.

Kirimkan kegiatan seputar ramadhan ke Pasangmata.com

Halaman selanjutnya petani sawit terancam kelaparan>>>

Selanjutnya
Halaman
1 2 3