Dijerat Corona, Maskapai Orang Terkaya Dunia Ini Putar Otak Cari Utang

Aulia Damayanti - detikFinance
Senin, 27 Apr 2020 10:48 WIB
Maskapai Virgin Australia kolaps akibat pandemi Corona. Saat ini, banyak armada Virgin yang dikandangkan.
Foto: AP/Darren England
New York -

Maskapai milik miliuner dunia, Richard Branson, Virgin Atlantic tengah mencari dana ke investor swasta guna menjaga maskapainya dari kehancuran di tengah krisis ekonomi yang disebabkan oleh virus Corona (COVID-19).

Juru bicara Virgin Atlantic mengonfirmasi, Virgin telah menunjuk Bank investasi Houlihan Lokey (HLI) untuk memimpin pencarian dana dengan fokus pada investor swasta.

"Kami sedang menjajaki semua opsi untuk mendapatkan pendanaan eksternal tambahan dari investor swasta dan telah meminta dana ke pemerintah Inggris," kata juru bicara Virgin. Dikutip dari CNN, Senin (27/4/2020).

Perusahaan induk maskapai, Virgin Group dan pemiliknya Branson mendukung pencarian investor, meskipun mereka tidak ingin menjual Virgin Atlantic secara langsung.

"Branson dan Virgin Group berkomitmen menjamin pekerja dan maskapainya dan tidak ingin menjual Virgin Atlantic. Mereka mengakui investasi diperlukan untuk menebus total kehilangan pendapatan karena COVID-19 dan bekerja sama dengan Houlihan Lokey untuk mendekati investor swasta mengenai peluang investasi," jelas juru bicara Virgin Atlantic.

Branson sebelumnya menggelontorkan dana US$ 250 juta dan menjamin pulau pribadinya untuk maskapai Virgin Group sebagai respons terhadap pandemi, tetapi dana tersebut tak cukup. Dia juga meminta bantuan dari pemerintah Australia untuk Virgin Australia. Tetapi pada Selasa lalu, Virgin Australia menyatakan maskapainya bangkrut akibat krisis COVID-19.

"Tantangannya sekarang adalah maskapai tidak ada uang masuk dan banyak yang keluar akibat terpaan COVID-19," kata Branson dalam surat yang terbit pekan lalu.

Hingga saat ini Virgin Atlantic terus mengambil tindakan tegas untuk mengurangi biaya, menghemat uang dan melindungi pekerjaan.

Larangan perjalanan, lockdown, dan pembatasan yang diterapkan untuk memperlambat penyebaran virus Corona telah menghancurkan industri perjalanan. Serta memaksa puluhan maskapai untuk memarkirkan pesawatnya dan menempatkan pekerja dengan cuti yang tidak dibayar.



Simak Video "Ke Antariksa 11 Juli, Richard Branson Bakal Dahului Bos Amazon"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)