135.000 Karyawan Airbus Terancam PHK

Soraya Novika - detikFinance
Senin, 27 Apr 2020 11:16 WIB
Airbus telah banyak memproduksi pesawat berukuran jumbo yang biasa dipakai untuk mengangkut komponen badan pesawat berukuran besar. Seperti apa bentuknya?
Foto: Istimewa/Airbus
Jakarta -

Manajemen Maskapai Penerbangan Eropa, Airbus melaporkan prediksi terburuk mereka tentang dampak krisis virus Corona. Laporan berbentuk surat itu disampaikan langsung kepada 135.000 karyawan Airbus. Mereka diminta bersiap-siap dengan potensi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) bila kemungkinan terburuk terjadi pada perusahaan maskapai itu.

Dalam surat itu, Kepala Eksekutif Airbus Guillaume Faury menjelaskan bahwa keuangan perusahaan maskapai itu kini sedang berdarah-darah secara terus menerus dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Bahkan penurunan baru-baru ini sudah mencapai sepertiga atau lebih dalam dari tingkat produksi maskapai. Meski belum mencapai skenario terburuk, akan tetapi pihak maskapai menyampaikan bakal terus memantau perkembangan keuangan perusahaannya.

Dikonfirmasi berbagai media, pihak Airbus menolak memberi komentar terkait komunikasi internalnya.

Untuk diketahui, dikutip dari CNBC, surat itu dikirim ke karyawan Airbus pada Jumat malam lalu atau tepat sebelum perusahaan itu dijadwalkan akan menyampaikan laporan keuangan kuartal I-2020 maskapai. Serangan pandemi COVID-19 memang sejak awal telah membuat Airbus kewalahan mempertahankan perusahaannya bahkan hampir menghentikan pengiriman jet mereka sejak pertengahan Maret 2020 LALU.

Oleh karenanya, sejak itu pula, Airbus telah menerapkan skema cuti atau kerja bergiliran kepada karyawan mereka. Kebijakan ini tentunya masih mendapat bantuan dari pemerintah yang dimulai dengan memberi cuti kepada 3.000 pekerja Airbus di Prancis.

"Tetapi kita sekarang mungkin perlu merencanakan langkah-langkah yang lebih jauh. Sebab kelangsungan hidup Airbus dipertanyakan jika kita tidak bertindak sekarang," tulis Faury dalam suratnya kepada seluruh karyawan Airbus yang dikutip dari CNBC, Senin (27/4/2020).

Berdasarkan pernyataan beberapa orang dalam maskapai tersebut akan terjadi restrukturisasi baru hingga mengorbankan 10.000 karyawan untuk di-PHK pada musim panas mendatang. Akan tetapi Faury enggan membenarkan pernyataan tersebut, menurutnya perusahaan sudah mengeksplorasi semua opsi sambil menunggu kejelasan dari pemerintah terkait permintaan bantuan industri penerbangan di tengah Corona.

Sebelumnya Airbus sudah cukup aktif berkomunikasi dengan pemerintah Eropa terkait bantuan tersebut. Salah satu skema bantuan yang mungkin sedang disiapkan pemerintah Eropa ialah memberi pinjaman yang dijamin negara. Akan tetapi, opsi itu dinilai membuat utang maskapai kepada bank semakin menumpuk. Sehingga kedua belah pihak masih belum mencapai kata sepakatnya terkait skema bantuan tersebut.



Simak Video "Darurat Wabah Corona, Airbus Perpanjang Penutupan Pabrik di China"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)