Pesawat Tak Boleh Terbang, Bagaimana Nasib Pengiriman Antar Pulau?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Senin, 27 Apr 2020 16:05 WIB
Kesibukan bongkar muar barang di terminal kargo Bandara Soekarno-Hatta Tanggerang.
Foto: Dikhy Sasra
Jakarta -

Kementerian Perhubungan telah mengeluarkan aturan pembatasan operasional pesawat terbang. Pembatasan ini dilakukan hingga 31 Mei 2020 mendatang.

Menanggapi hal tersebut Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia (Asperindo) Mohamad Feriadi perusahaan logistik berupaya untuk memuaskan pelanggan di luar pulau agar tetap sampai dengan baik.

Dia menjelaskan saat ini sudah ada beberapa pesawat ferighter (angkut) yang memang digunakan untuk angkutan cargo.

"Ada juga beberapa penerbangan komersil kelihatannya saat ini mengambil potensi bisnis cargo," kata Feriadi saat dihubungi detikcom, Senin (27/4/2020).

Feriadi mengungkapkan, kondisi ini memang turut mengganggu jadwal-jadwal pengiriman barang. Karena jumlah penerbangan cargo berkurang.

Sehingga ada beberapa barang yang harus disesuaikan karena tidak dapat memenuhi service level agreement (SLA) dengan pelanggan.

Sebelumnya Direktur Jenderal Perhubungan Udara Novie Riyanto mengungkapkan pembatasan ini diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan no 25 tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Mudik Idul Fitri Tahun 1441 Hijriah dalam rangka pencegahan penyebaran COVID-19.

Novie juga menegaskan, bandar udara serta pelayanan navigasi penerbangan akan tetap beroperasi secara Normal.

Sementara itu, untuk penerbangan internasional dari dan menuju Indonesia, tetap berjalan normal, dengan tetap mengacu pada protokol kesehatan.

"Selanjutnya, kami akan tetap memastikan konektivitas logistik tidak terganggu, termasuk pengangkutan sample infectious substances. Pengangkutan kargo dapat dilakukan dengan pesawat konfigurasi penumpang atau dengan pesawat khusus kargo dapat dilaksanakan apabila telah memiliki flight approval," kata Novie.



Simak Video "Positif Corona, Kadinsos Yogyakarta Meninggal"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/dna)