Bisnis Pengiriman Masih Operasi di Tengah Corona, Angkut Apa Saja?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Senin, 27 Apr 2020 17:50 WIB
Pekerja mengangkut barang yang akan dikirim melalui kereta api di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Senin (30/3/2020). Jasa pengiriman logistik melalui kereta api menurun sekitar 15 hingga 30 persen sebagai imbas dari wabah COVID-19 serta adanya kebijakan pembatalan jadwal perjalanan kereta api. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/foc.
Foto: ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN
Jakarta -

Pengiriman barang antar kota saat pembatasan sosial berskala besar (PSBB) masih terus dilakukan. Hal ini karena usaha logistik masuk dalam daftar usaha yang tetap bisa beroperasi.

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia (Asperindo) Mohamad Feriadi menjelaskan saat PSBB dan awal Ramadhan ini paling banyak orang mengirimkan makanan sampai alat kesehatan.

"Sekarang ini barang yang diperjualbelikan secara online itu dikirim lewat ekspedisi. Seperti healthcare, sembako, pakaian, barang rumah tangga sampai asesoris," kata Feriadi saat dihubungi detikcom, Senin (27/4/2020).

Dia mengungkapkan, memang sembako dan makanan adalah barang yang paling dibutuhkan saat ini selama pembatasan sosial. Menurut dia, perpindahan dari offline to online secara besar-besaran terjadi saat ini.

"Jadi transformasi digital itu terjadi sekarang, secara massif dan besar-besaran. Mau tidak mau pelaku usaha harus ikuti ini," jelas dia.

Walaupun ada pembatasan operasional pesawat terbang perusahaan logistik berupaya untuk memuaskan pelanggan di luar pulau agar tetap sampai dengan baik.

Dia menjelaskan saat ini sudah ada beberapa pesawat freighter (angkut) yang memang digunakan untuk angkutan cargo.

"Ada juga beberapa penerbangan komersil kelihatannya saat ini mengambil potensi bisnis cargo," kata Feriadi.

Feriadi mengungkapkan, kondisi ini memang turut mengganggu jadwal-jadwal pengiriman barang. Karena jumlah penerbangan cargo berkurang.

Sehingga ada beberapa barang yang harus disesuaikan karena tidak dapat memenuhi service level agreement (SLA) dengan pelanggan.



Simak Video "Kemenhub Memastikan Angkutan Logistik Tidak Boleh Setop Beroperasi"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/dna)