PSK di Selandia Baru Dapat Rp 39 Juta Selama Lockdown

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 28 Apr 2020 16:08 WIB
Australia dan Selandia Baru Longgarkan Lockdown, Pantai dan Restoran Kembali Ramai
Ilustrasi/Foto: DW (News)
Jakarta -

Pekerja Seks Komersial (PSK) di Selandia Baru yang cuti dari profesinya diberikan subsidi dari pemerintah selama lockdown. Selandia Baru sendiri telah melakukan lockdown sejak 26 Maret 2020 untuk menekan penyebaran virus Corona (COVID-19).

Sebut saja Lana, PSK asal negara tersebut biasanya berhasil mengumpulkan NZ$ 2.200 per bulan dari dua atau tiga kliennya per minggu. Namun selama cuti, ia tetap mendapat pemasukan dari pemerintah.

Proses pengajuan dan pencairan subsidi sebagai PSK juga tidak menyulitkan. Hanya dua hari setelah pengajuan, bantuan dana telah masuk ke rekeningnya sejumlah NZ$ 4.200 atau setara dengan Rp 39 juta (kurs Rp 9.300/NZ$). Lumayan untuk mengganti penghasilannya.

"Formulirnya hanya perlu tiga menit untuk diisi dan saya tidak perlu mengungkapkan bahwa saya seorang pekerja seks. Saya hanya perlu mengungkapkan bahwa saya berwiraswasta," tutur Lana dilansir The Guardian, Selasa (28/4/2020).

Sebagai hasil dari dekriminalisasi, New Zealand Parliament menjelaskan bahwa PSK telah diakui sebagai profesi legal dan disahkan oleh undang-undang di Selandia Baru pada tahun 2003. Legalitas inilah yang memungkinkan Lana dan teman-teman seprofesinya berhak memperoleh subsidi upah darurat selama masa lockdown.

Subsidi upah darurat itu pun berlaku untuk semua pekerja yang penghasilannya turun 30% atau lebih akibat dampak pandemi. Mereka hanya perlu mencantumkan nomor identitas nasional seperti NIK-KTP dan informasi pribadi yang mendasar sebagai pengajuan. Khusus pekerja penuh waktu yang rata-rata durasi kerjanya lebih dari 20 jam seminggu, mereka langsung mendapatkan sejumlah NZ$ 7.029 dalam beberapa hari setelah pengajuan.

"Fakta bahwa industri seks di Selandia Baru telah didekriminalisasi menghasilkan banyak keuntungan, dan sekarang terbukti dengan masalah virus (Corona) ini," kata Peneliti Kriminologi di Universitas Utrecht Belanda, Joep Rottier.

Bantuan dana tersebut diharapkan dapat memicu sikap positif, agar penduduk betah di rumah dan lockdown total dapat berjalan lancar. Dengan begitu, penyebaran virus Corona pun dapat segera teratasi.



Simak Video "Selandia Baru Berhasil Tekan Penyebaran Virus Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)