ADVERTISEMENT

Bappenas: Kita Menghadapi Tantangan Terberat Setelah Krisis 1998

Hendra Kusuma - detikFinance
Kamis, 30 Apr 2020 13:11 WIB
Pemerintah berencana menghimpun anak-anak Indonesia ke dalam satu wadah. Wadah itu bernama Manajemen Talenta Nasional (MTN).
Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) menyebut semua negara saat ini sedang mencurahkan energi dan sumber dayanya untuk mengatasi virus Corona alias COVID-19.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan hal itu juga dilakukan pemerintah Indonesia. Sebab, dampak dari virus Corona ke ekonomi lebih berat dibandingkan krisis yang pernah terjadi.

"Kita memahami bahwasanya kita menghadapi tantangan yang sangat berat bahkan terberat setelah krisis finansial Asia 1998-1999. Hampir semua negara di seluruh dunia saat ini mencurahkan energi dan sumber daya untuk mengatasi wabah pandemi COVID-19," kata Suharso dalam video conference, Jakarta, Kamis (30/4/2020).

Suharso mengatakan saat ini pemerintah melaksanakan musyawarah perencanaan pembangunan nasional (musrenbangnas) tahun 2020 serta menyusun rencana kerja pemerintah (RKP) tahun 2021 sehingga penanggulangan COVID-19 bisa menjadi pertimbangan dalam penyusunan. Dirinya memprediksi ekonomi nasional mulai pulih pada tahun depan.

"Penanganan COVID-19 dengan mempertimbangkan asumsi bahwa pandemi COVID-19 Insya Allah bisa berakhir dalam waktu tidak lama lagi pada tahun 2020 ini. Skenario agenda pemulihan ekonomi pasca pandemi COVID-19 menjadi bagian penting dalam kerangka ekonomi makro RKP 2021," jelasnya.

Pemulihan ekonomi itu, kata Kepala Bappenas juga untuk mengejar target RPJMN 2020-2024 dengan mempercepat pemulihan ekonomi dan reformasi sosial dengan fokus pada pemulihan industri pariwisata dan investasi. Reformasi sistem kesehatan nasional, reformasi sistem jaringan pengaman sosial, dan reformasi sistem ketahanan negara.

Pada RKP 2021, Suharso menyatakan ada tujuh agenda prioritas nasional yaitu, pertama ketahanan ekonomi untuk pertumbuhan berkualitas dan berkeadilan. Kedua, mengembangkan wilayah untuk mengurangi kesenjangan dan menjamin pemerataan. Ketiga, meningkatkan sumber daya manusia berkualitas dan berdaya saing.

Keempat, revolusi mental dan pembangunan kebudayaan. Kelima, memperkuat infrastruktur untuk mendukung pengembangan ekonomi dan pelayanan dasar. Keenam, membangun lingkungan hidup, meningkatkan ketahanan bencana, dan perubahan iklim, dan ketujuh adalah memperkuat stabilitas polhukhankam dan transformasi pelayanan publik.



Simak Video "Covid RI 23 Mei: Pasien Sembuh Tambah 929, Kematian 12"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT