RI Sisa 334.600 APD di Gudang Logistik, Stok Aman?

Anisa Indraini - detikFinance
Kamis, 30 Apr 2020 19:30 WIB
Sejumlah prajurit TNI terus mendistribusikan APD ke sejumlah daerah di Indonesia. APD itu disalurkan ke sejumlah rumah sakit di daerah terdampak COVID-19.
Ilustrasi APD
Jakarta -

Wakil Asisten Operasi Panglima TNI, Jorry S Koloay menyebut sisa alat pelindung diri (APD) di gudang logistik alat kesehatan tersisa 334.600 pcs. Jumlah tersebut berkurang 1.492.150 dari stok 1.826.000 pcs karena telah didistibusikan ke berbagai daerah.

"Setelah didistribusikan maka kekuatan logistik sampai hari ini yang ada di gudang untuk APD sebesar 334.600 pcs, sehingga yang sudah didistribusikan sejumlah 1.492.150 pcs," kata Jorry dikutip melalui YouTube BNPB, Kamis (30/4/2020).

Meski begitu, Jorry memastikan kesediaan alat kesehatan aman dan pihaknya akan memenuhi kebutuhan di rumah sakit seluruh Indonesia yang membutuhkan.

"Negara menjamin kesediaan logistik alat material kesehatan di seluruh wilayah negara kesatuan Republik Indonesia," ujarnya.

Terdapat tiga gudang logistik untuk alat kesehatan yakni di Halim, di Bogor dan di gudang arsip percetakan nasional. Gudang-gudang tersebut lah yang menyimpan berbagai pengadaan alat kesehatan dari berbagai pihak yang telah menyumbangkannya untuk Indonesia.

Berikut stok alat kesehatan di gudang logistik per 30 April 2020 :

  1. APD dari 1.826.000 pcs, sisa 334.600 pcs
  2. Masker bedah dari 846.334.000 pcs, sisa 71.500 pcs
  3. 285.000 rapid test sudah didistribusikan semua
  4. Medical glove dari 402.000 pcs, sisa 98.000 pcs

Pendistribusian tersebut telah dilakukan ke berbagai daerah, provinsi, kabupaten/kota. Rinciannya, ke DKI Jakarta sudah didistribusikan sebanyak 238.050 pcs, ke Jawa Barat 124.000 pcs, ke Jawa Tengah 80.700 pcs, ke Jawa Timur 102.600 pcs, dan ke DIY 30.700 pcs.

"Kemudian ke Bali 42.400 pcs, dan ke provinsi Banten dan rumah sakit di wilayah Banten sejumlah 65.100 pcs," ujarnya menambahkan.



Simak Video "Pembuat "Baju-baju Tempur" Pejuang Terdepan Hadapi Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)