Sedihnya Peringatan Hari Buruh Diselimuti Badai PHK

Soraya Novika - detikFinance
Jumat, 01 Mei 2020 12:00 WIB
Sejumlah buruh masa aksi May Day memadati Patung Kuda, Jakarta, Rabu (1/5/2019). Di antara mereka ada yang membawa replika mesin jahit raksasa.
Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Peringatan hari buruh atau May Day kali ini berbeda dari biasanya. Setiap tahun, peringatan ini selalu berhasil menurunkan ratusan ribu buruh ke jalan berjuang menyampaikan aspirasi mereka mengenai pemenuhan hak buruh.

Tahun ini berbeda, jalanan benar-benar sepi. Para buruh mengurungkan niat mereka untuk demo di jalan. Salah satu alasan terkuat yang berhasil menggagalkan aksi demo mereka adalah virus Corona.

Meskipun, para serikat buruh berdalih bahwa alasan mereka tidak demo adalah wujud empati kepada kerja keras pemerintah dan tim medis, tetap saja, Corona jadi dalang utamanya.

Akan tetapi, bukan kealpaan demo yang jadi perkara. Melainkan semakin banyak nasib buruh yang menjadi korban karena Corona. Di saat seperti ini pula mereka tak bisa menuntut banyak apalagi sampai menggelar aksi demo ke jalan.

Sebagaimana diketahui, menurut data Kementerian Ketenagakerjaan hingga 19 April 2020 lalu setidaknya ada 1,94 juta pekerja dari 114.340 perusahaan yang sudah dirumahkan atau terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) gara-gara virus Corona.

Ditambah lagi, banyak di antara para pekerja tersebut yang sudah tidak digaji lagi atau dipotong gaji hingga setengahnya serta THR ditangguhkan sampai batas waktu yang tak pasti. Sedangkan, bagi yang di-PHK tidak mendapat pesangon.

Oleh karenanya, para serikat buruh, meski tak menggelar aksi demo, mereka sepakat untuk tetap menggelar kampanye lewat media sosial. Tujuannya ialah untuk menuntut hak-hak buruh yang 'diabaikan' selama pandemi.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "5 Deretan Film Ini Kisahkan Perjuangan Para Buruh"
[Gambas:Video 20detik]