Tak Turun ke Jalan, Buruh Lakukan Ini Peringati May Day

Soraya Novika - detikFinance
Jumat, 01 Mei 2020 14:30 WIB
Buruh perempuan dari FSPMI dan KSPI berdemo di gedung Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Mereka menolak Omnibus Law Cipta Kerja.
Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Peringatan hari buruh internasional (May Day) kali ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini, para buruh kompak untuk tidak turun ke jalan.

Meski tak turun ke jalan, para buruh sepakat tetap menggelar aksi-aksi kecil lain untuk dapat menyuarakan hak-hak mereka. Salah satu aksi yang dalam waktu dekat ini akan dijalankan oleh para serikat buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), dan Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) adalah menyerahkan alat pelindung diri (APD) ke beberapa rumah sakit.

Penyerahan APD kepada rumah sakit adalah aksi simbolik bentuk empati para buruh kepada para tim medis yang senantiasa menjadi garda terdepan melawan virus Corona (COVID-19).

"Peringatan hari buruh kali ini kita ganti dengan aksi lain yakni salah satunya penyerahan APD ke beberapa rumah sakit di Bekasi, Tangerang, dan Jakarta," ujar Presiden KSPI Said Iqbal kepada detikcom, Jumat (1/5/2020).

Selain itu, para buruh juga menggelar aksi penggalangan dana sampai 5 Mei 2020. Hasil yang terkumpul rencananya akan didistribusikan kepada para buruh dan masyarakat yang terdampak secara ekonomi dari pandemi tersebut.

"Kita juga mengadakan penggalangan dana dengan tema Buruh for Solidaritas Pangan dan Kesehatan, penggalangan dana ini sedang dan terus berjalan sampai 5 Mei nanti. Nantinya hasil pengumpulan dana tersebut akan didistribusikan ke buruh dan masyarakat yang membutuhkan. Kita distribusikan sebelum lebaran di 24 propinsi, tapi sebagian propinsi sudah ada yg berjalan hari ini seperti di Kalsel, Batam, dan Aceh," sambungnya.

Selain itu, para buruh juga menggelar Kampanye secara virtual melalui media sosial dengan mengangkat 3 isu utama yaitu Tolak Omnibus Law, Stop PHK, dan Liburkan Buruh dengan Upah dan THR Penuh.

"Hari ini Kampanye virtual May Day melalui sosmed sudah berjalan dengan 3 isu utama yaitu tolak Omnibus Law, stop PHK, liburkan buruh dengan upah dan THR penuh," paparnya.

Kegiatan lain yang juga dilaksanakan para buruh ialah memasang spanduk bertemakan tiga isu tersebut di beberapa pabrik tempat anggota KSPI bekerja.

"Pemasangan spanduk 3 isu May Day dan cegah COVID-19. Spanduk-spanduk itu sudah dipasang di pagar pabrik-pabrik anggota KSPI," katanya.



Simak Video "5 Deretan Film Ini Kisahkan Perjuangan Para Buruh"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)