Driver Ojol Dilatih Bahasa Inggris di Pra Kerja, Yakin Efektif?

Anisa Indraini - detikFinance
Minggu, 03 Mei 2020 16:40 WIB
driver ojol
Foto: istimewa
Jakarta -

Pelatihan yang tersedia dalam Kartu Pra Kerja banyak menjadi sorotan. Salah satu pelatihan yang tersedia adalah belajar bahasa Inggris untuk driver ojek online (ojol).

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Tauhid Ahmad menilai pelatihan itu kurang efektif untuk driver ojol. Ia menyebut kemungkinan peserta tidak mendapat apa-apa setelah mengikuti pelatihan tersebut.

"Apakah dengan pelatihan tersebut mereka bisa? Kami khawatir mereka tidak mendapat apa-apa karena setelah mereka mendapat pelatihan kembali lagi jadi ojol. Jadi kurang efektif menurut saya," kata Tauhid kepada detikcom, Minggu (3/5/2020).

Lagi pula, penerapan bahasa Inggris di lapangan minim digunakan. Pelatihan yang dibuat secara online jadi salah satu alasan pelatihan ini kurang efektif.

"Bahasa Inggris bagi ojol seberapa banyak orang luar yang menggunakan ojol? Mayoritas kan produk kita. Hanya sebatas ya pengin tahu, tapi setelah itu nggak mungkin (langsung bisa). Harus ada penerapan, harus ada evaluasi. Di tes bahasa Inggrisnya seperti apa, komunikasinya. Kan online nggak efektif. Dia harus di tes apa ngomongnya dan dilatih, kan nggak bisa dengan online," ujarnya.

Untuk itu, Tauhid berharap semua pelatihan yang ada di Kartu Pra Kerja tidak hanya dilakukan secara online. Peserta seharusnya didorong untuk melakukan pelatihan lanjutan setelah pandemi virus Corona berakhir.

"Yang sekarang diajukan ikut basic-basic, nanti dia harus ikut yang benarnya jadi tidak sekadar sekarang online. Kalau dia di daerah ya itu dilakukan di daerah masing-masing, kerja sama dengan lembaga pelatihan pada tingkat lokal sehingga mereka bisa mendapat pelatihan offline yang memang dibutuhkan," harapnya.



Simak Video "Duh, Marka Jaga Jarak Malah Dipakai Driver Ojol untuk Balapan Liar"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)