Gaikindo Tolak Perpanjangan Izin Impor Barang Modal Bekas

Gaikindo Tolak Perpanjangan Izin Impor Barang Modal Bekas

- detikFinance
Jumat, 16 Des 2005 11:55 WIB
Jakarta - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menolak rencana pemerintah yang akan memperpanjang izin barang modal bekas selama dua tahun. Perpanjangan izin ini dinilai sudah tidak relevan dengan kondisi industri terutama otomotif saat ini. Izin ini juga mencakup kendaraan seperti truk bekas. "Impor ini sudah diperpanjang tiga kali, alasannya dulu krisis padahal situasi saat ini tidak sama," kata Ketua Umum Gaikindo Bambang Trisulo, di Gedung Departemen Perindustrian (Depperin), Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (16/12/2005).Bambang menjelaskan, sebelum krisis penjualan otomotif memang hanya sebesar 387 ribu unit sedangkan saat ini telah mencapai 530 ribu unit."Jadi kalau pertumbuhan otomotif naik alasan perpanjangan izin tidak kuat. Kami usulkan tidak usah diperpanjang," ujarnya. Bambang mencontohkan Filipina yang hingga kini masih membuka keran izin impor barang modal bekas. Akibatnya, tidak ada satu pun investor yang mau menanamkan modal di sektor otomotif negara itu."Siapa principal yang mau impor kalau ada barang bekas di negara tersebut," ucap Bambang.Untuk diketahui, Departemen Perdagangan (depdag) memperpanjang izin impor barang modal bukan baru selama dua tahun, sehubungan dengan akan habisnya masa berlaku izin tersebut pada 31 Desember 2005.Perpanjangan izin tersebut atas surat keputusan (SK) Menperindag nomor 756/MPP/Kep/12/2003 tentang impor barang modal bukan baru. Perpanjangan ini merupakan yang ketigakalinya sejak tahun 2000.Pemberian perpanjangan izin ini berdasarkan berdasarkan usulan Departemen Perindustrian (Depperin), dan hanya diwakili dua perwakilan industri yakni Asosiasi Perusahaan Rekondisi Indonesia (APRI) dan Asosiasi Pengusaha Rekondisi Alat Berat dan Truk Indonesia (Aparati). (ir/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads