Inflasi April Cuma 0,08%, BPS: Tidak Biasa

Hendra Kusuma - detikFinance
Senin, 04 Mei 2020 11:25 WIB
Kepala BPS Suhariyanto memberikan keteranga pers di Jakarta, Senin (17/2/2020). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia tahun 2019 sebesar 71,92, lebih tinggi dari IPM tahun 2018 yang sebesar 71,39.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto menyebutkan pergerakan inflasi Bulan April yang sebesar 0,08% dinilai tak biasa. Menurutnya, pada bulan-bulan jelang Ramadhan, catatan inflasi terpantau naik tinggi.

Benar saja, pada April 2019, BPS mencatat inflasi mencapai 0,44%, jauh di atas catatan inflasi pada April 2020 kali ini.

"Bisa dilihat pergerakan inflasi ini tidak biasa jika dibandingkan pola sebelumnya. Ketika masuk bulan Ramadhan inflasinya meningkat, tapi tahun ini melambat dari Maret 0,10% dan sekarang 0,08%," kata dia dalam paparannya via video conference, Jakarta, Senin (4/5/2020).


Suhariyanto menduga, pergerakan inflasi yang lambat ini turut dipengaruhi rendahnya konsumsi masyarakat di tengah pandemi viru Corona saat ini.

"Pattern ini tidak biasa, baisanya Ramadhan dan Idul Fitri meningkat, tapi tahun ini karena situsasi tidak biasa akibat COVID jadi berubah. Jadi 0,08% inflasi ini melambat," beber Suhariyanto.

Ia juga melihat ada indikasi pelemahan daya beli yang mengakibatkan konsumsi masyarakat menjadi rendah.

"Jadi melambatnya inflasi di April 2020 ini bisa terjadi karena beberapa faktor. Pertama terjaganya pasokan pangan, sehingga harganya stabil. Di sisi lain karena adanya penurunan permintaan barang dan jasa akibat PSBB, dan satu lagi menunjukkan adanya pelemahan daya beli rumah tangga," tegas dia.



Simak Video "BPS: Ekonomi RI Mulai Bergerak Sejak Relaksasi PSBB"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/dna)