Emas hingga Gula Pasir Jadi Penyebab Inflasi di April 2020

Hendra Kusuma - detikFinance
Senin, 04 Mei 2020 12:41 WIB
Blak-blakan bersama Kepala BPS Suhariyanto
Kepala BPS Suhariyanto (Foto: Rengga Sancaya)
Jakarta -

Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut penyebab utama inflasi di April tahun ini adalah kenaikan harga emas dan perhiasan, bawang merah, dan gula pasir. Angka inflasi tercatat sebesar 0,08% di April 2020.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan dari 11 kelompok pengeluaran inflasi tertinggi terjadi di perawatan pribadi dan jasa lainnya yakni sebesar 1,20% dengan andil 0,06%.

"Bisa diduga bahwa komoditas dominan berikan inflasi ke kelompok ini adalah kenaikan harga emas dan perhiasan yang beri andil ke inflasi 0,06%," kata Suhariyanto dalam paparannya via video conference, Jakarta, Senin (4/5/2020).

Dia bilang dari 11 kelompok pengeluaran ini hanya dua kelompok yang mengalami deflasi yaitu transportasi, dengan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan. Angka deflasinya masing-masing 0,42% dan 0,34%.

Sedangkan sembilan kelompok sisanya mengalami inflasi, seperti kelompok makanan, minuman, dan tembakau terjadi inflasi 0,09% dengan andil 0,02%. Komoditas yang berdampak besar adalah kenaikan harga bawang merah, gula pasir, minyak goreng, rokok kretek filter, dan rokok filter putih.

Masih di sektor ini, terdapat juga yang menyebabkan deflasi yaitu cabai merai, daging ayam ras, serta bawang putih yang harganya sudah menurun.

"Jadi untuk kelompok makanan, minuman, dan tembakau, inflasi rendah 0,09% dan andil 0,02% dengan pergerakan barang yang sudah saya sampaikan," jelasnya.

Sedangkan kelompok pengeluaran lainnya seperti pakaian dan alas kaki tidak memberikan sumbangan ke inflasi dan deflasi alias stabil. Kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga mengalami inflasi 0,09% dengan andil 0,02%.

Selanjutnya kelompok rekreasi, komunikasi, dan budaya, lalu kelompok pendidikan terjadi inflasi, namun tidak memberikan andil kepada inflasi. Sedangkan kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran terjadi inflasi 0,18% dengan andil 0,02%.

Pria yang akrab disapa Kecuk ini mengatakan untuk pergerakan inflasi berdasarkan komponen inti terjadi inflasi 0,17% dengan andil 0,11%. Sedangkan komponen harga diatur pemerintah (administered price) dan harga bergejolak (volatile food) deflasi masing-masing -0,14% dan -0,09%.

"Kita lihat pergerakan intinya, bahwa pattern dari inflasi intinya juga tidak biasa, puasa dan Idul Fitri biasanya meningkat karena banyak permintaan dari masyarakat, tapi pada ramadhan tahun ini melemah ke 0,17%, secara tahunan 2,85%," ujarnya.

Jadi kalau boleh disimpulkan, inflasi April 2020 ni rendah sekali. Penyebab utama naiknya harga bawang merah, emas perhiasan, dan gula pasir," tambahnya.



Simak Video "Terkait PSBB, BPS: 72% Responden Jalankan Imbauan di Rumah Saja"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/dna)