Kunjungan Turis ke RI Terjun 64% Selama Maret 2020

Hendra Kusuma - detikFinance
Senin, 04 Mei 2020 15:00 WIB
Petugas memeriksa suhu tubuh wisatawan asing sebelum memasuki kawasan Taman Wisata Candi Prambanan di Sleman, DI Yogyakarta, Minggu (8/3/2020). Pemeriksaan kondisi suhu tubuh tersebut untuk mengantisipasi penyebaran virus corona di sejumlah destinasi wisata yang ramai dikunjungi wisatawan mancanegara. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/aww.
Foto: ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah
Jakarta -

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) atau turis hanya sebanyak 470,9 ribu selama Maret 2020. Jumlah itu menurun 45,50% dibandingkan Februari yang sebanyak 863,9 ribu.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan jumlah kunjungan turis yang sebanyak 470,9 ribu di Maret ini bahkan turun drastis jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni anjlok 64,11%.

"Kalau kita lacak historisnya, jumlah wisman ini hampir sama dengan posisi 2007. Jumlah wisman itu sudah menunjukkan penurunan tajam sejak Februari, meski pemerintah secara resmi umumkan pandemi Maret 2020," kata Suhariyanto dalam paparannya via video conference, Jakarta, Senin (4/5/2020).

Jumlah kunjungan wisman secara kumulatif dari Januari-Maret 2020, tercatat sebanyak 2,60 juta atau menurun 30,62% dibandingkan periode yang sama tahun 2019 yakni sebanyak 3,75 juta.

"Bisa diduga ini berdampak pada sektor pendukung pariwisata seperti tingkat hunian hotel, sektor transportasi, ekonomi kreatif, perdagangan," jelasnya.

Berdasarkan kebangsaan, pria yang akrab disapa Kecuk ini menyebut hampir semua negara mengalami penurunan yang cukup dalam. Turis asal China sudah tidak masuk dalam lima besar yang berkunjung ke tanah air.

Di posisi pertama sekarang Malaysia sebanyak 113,8 ribu atau 24,2%. Kedua, Timor Leste sebanyak 86,3 ribu atau 18,3%. Ketiga, Australia sebanyak 41,0 ribu atau 8,7%. Keempat, Singapura sebanyak 29,8 ribu atau 8,4%. Kelima, Inggris sebanyak 14,2 ribu atau 3,0%, dan lainnya sebanyak 175,8 ribu atau 27,3%.

Dia mengungkapkan, jumlah kunjungan wisman asal China mengalami penurunan drastis yakni 97,46% secara YoY, disusu Hong Kong sebesar 96,13%, dan Kuwait sebesar 89,92%.

"Berdasarkan kebangsaan, bisa dilihat penurunan paling tajam adalah dari Tiongkok, turun 97,45%. Hampir wisman dari semua negara turun tajam. Karena pembatasan aktivitas sosial, lockdown di beberapa negara dan pemberhentian beberapa penerbangan," jelasnya.

Penurunan jumlah kunjungan wisman ke Indonesia juga berdampak pada tingkat penghunian kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang. Selama Maret 2020, tercatat angkanya turun 16,98 poin menjadi 32,24 dari bulan sebelumnya. Jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya turun 20,64 poin.

"Jadi ini menunjukkan bahwa penurunan wisman berpengaruh ke TPK meski tidak hanya untuk wisatawan mancanegara, tapi untuk wisatawan dalam negeri juga," ungkapnya.



Simak Video "3 Bulan Disandera Pemberontak Kolombia, 2 Turis Akhirnya Bebas"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/dna)