Giliran UMKM Mengeluh Tak Sanggup Bayar Gaji dan THR Karyawan

Soraya Novika - detikFinance
Selasa, 05 Mei 2020 12:50 WIB
Seorang penjual kerak telur menunggu pembeli di kawasan Pasar Baru, Jakarta, Minggu (3/5/2020). Presiden Joko Widodo meminta pemerintah daerah menyiapkan progran stimulus ekonomi bagi pelaku usaha yang terdampak pandemi COVID-19 bukan hanya bagi hanya usaha kecil, menengah dan besar saja tapi juga usaha mikro dan ultra mikro agar masyarakat tetap sejahtera. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/aww.
Foto: ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT
Jakarta -

Pekan lalu, publik dihebohkan dengan pengumuman pemegang merek KFC, PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) yang akan memotong gaji dan menunda pembayaran tunjangan hari raya (THR) kepada seluruh karyawannya. Kebijakan itu sebab rata-rata operasional restoran cepat saji itu tutup sejak diserang pandemi COVID-19. Tak hanya KFC, bisnis waralaba lainnya pun ternyata bernasib serupa.

Bila bisnis waralaba saja bisa jatuh karena Corona, lalu bagaimana dengan bisnis UMKM?

Menurut Ketua Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) Ikhsan Ingratubun bisnis UMKM justru mengalami nasib yang lebih parah daripada bisnis waralaba. Menurut Ikhsan, rata-rata bisnis UMKM saat ini sudah pada tutup sehingga 90% karyawannya sudah tidak digaji dan tak mendapat THR.

"Parah, sangat parah. Sekarang kondisinya saja sudah hampir semua atau sekitar 90% dirumahkan, jadi memang sudah tidak bisa bayar gaji apalagi THR," ujar Ikhsan kepada detikcom, Selasa (5/5/2020).

Menurutnya hanya sebagian kecil UMKM yang masih bisa membayar gaji dan THR karyawannya. Itu pun adalah UMKM yang tergolong besar dan masih bergerak secara online.

"Hanya sebagian kecil saja yang membayar itupun yang bergerak secara online. Sebelum COVID-19 operasional bisa 100%, tapi pada saat COVID-19 sejak Januari sampai Mei sekarang itu kan hanya sekitar 10-15% saja operasionalnya. Berarti kan karyawannya hanya tinggal 10-15% itupun kalau masih buka untuk melayani online," paparnya.

Beberapa jenis UMKM yang menurutnya masih mampu membayar gaji dan THR karyawan adalah UMKM yang bergerak di bidang ritel.

"Kalau dia ritel modern itu kan perusahaan besar juga seperti Alfamart, Indomart, terus kalau tukang-tukang sayur itu masih aman, tapi itu kan ga punya staf dia sendiri yang mengerjakan," pungkasnya.



Simak Video "Pelaku UMKM Klaten Geruduk Rumdin Bupati Terkait Subsidi Rp 2,4 Juta"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)