Menperin Fahmi Idris:
PT DI Perlu Pembiayaan Khusus
Jumat, 16 Des 2005 17:17 WIB
Jakarta - Untuk menghidupkan kembali PT Dirgantara Indonesia (PT DI) diperlukan pembiayaan khusus yang bersifat jangka panjang. Cekaknya modal saat ini membuat perusahaan sulit memenuhi pesanan.Pemerintah juga diharapkan lebih memprioritaskan pembelian alat angkut dari PT DI agar bisnis perusahaan penerbangan tidak kelelep."Jadi pembelian dari PT DI perlu dipertimbangkan. PT DI kepada Depperin mengusulkan adanya skema procurement berjangka panjang sehingga pembiayaan lebih mudah disesuaikan. Tentu saja ada kebijakan pembiayaan khusus bagi industri semacam PT DI," kata Menteri Perindustrian (Menperin) Fahmi Idris.Hal itu diungkapkan usai acara pertemuan dengan para asosiasi dan perwakilan industri di bawah naungan Departemen Perindustrian (Depperin), di Gedung Depperin, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (16/12/2005).Fahmi berharap pemerintah bisa melakukan pembelian jangka panjang, tidak hanya sekedar membeli satu dua peralatan saja. Dicontohkan, Departemen Pertahanan (Dephan) bisa merancang atau melengkapi alat angkut untuk TNI dan Polri dari PT DI."Saat ini saja dibutuhkan alat angkut berupa pesawat 10-12 unit (dari pemerintah), tapi sayangnya hal itu tidak bisa diselesaikan dalam waktu dekat ini, tapi 5-10 tahun lagi," ungkap Fahmi.Menurut Fahmi, PT DI memang memerlukan special treatment agar tidak ada yang dirugikan. Dia berjanji, masalah PT DI ini akan dibawa dalam pertemuan dengan Menko Perekonomian agar perusahaan ini diberi kebijakan khusus."Seperti procurement barang-barang pemerintah dengan teknologi cukup tinggi dibeli di dalam negeri misalnya pesawat terbang, kapal selam dan tanker," ucap Fahmi.
(ir/)











































