DPR Cecar Gojek dan Grab Soal Potongan Ongkos Kirim 20%

Soraya Novika - detikFinance
Rabu, 06 Mei 2020 13:45 WIB
ojol
Foto: Tim Infografis: Luthfy Syahban
Jakarta -

Sejak penerapan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berlaku, para driver ojek online (ojol) dilarang mengangkut penumpang dan hanya diperbolehkan layangan angkut barang. Akan tetapi, biaya potongan ongkos kirim 20% tak juga diturunkan oleh pihak aplikator di tengah kondisi tersebut.

Sebagaimana diketahui, selama ini ongkir yang didapat driver selalu dipotong sekitar 20% untuk aplikator.

Merespons hal tersebut, Komisi VI DPR RI meminta pihak aplikator untuk segera menurunkan potongan ongkos kirim tersebut untuk membantu para driver ojol tersebut.

"Demi menyelamatkan kebutuhan hidup para driver online yang berjumlah jutaan pengemudi ini maka saya selaku anggota DPR RI meminta kepada perusahaan aplikasi transportasi online yakni Grab dan Gojek untuk memiliki niat baik untuk membantu meringankan beban hidup para pengemudi ojek online dan taksi online dengan menghilangkan atau minimal mengurangi pemotongan setiap transaksi kepada para mitra dengan tidak lagi sebesar 20%," ujar Anggota Komisi VI DPR RI periode 2019-2024 dari Fraksi Gerindra Andre Rosiade dalam RDP dengan Gojek dan Grab, Rabu (6/5/2020).

Andre berharap kedua aplikator tersebut dapat menurunkan potongan ongkos kirimnya minimal 5% agar membantu para driver bertahan hidup di tengah pandemi.

"Karena mitra bapak ibu ini sangat sulit mendapatkan orderan jadi tolong kalau bisa yang 20% itu dijadikan 0% atau maksimal 5%. Gojek dan Grab sudah banyak mengambil keuntungan di Republik ini yang kita gatau bapak dan ibu siapa pemiliknya," imbaunya.

Terakhir, Andre menekankan agar penurunan potongan ongkos kirim ini bisa berlaku pada semua driver tidak hanya yang PDP atau positif Corona saja.

"Tolong itu dikurangi keuntungan bapak dan ibu jadi 5% saja. Ini berlaku kepada seluruh mitra bukan hanya yang positif Corona," tutupnya.



Simak Video "Tantangan Gojek Kibarkan Startup di Tengah Pandemi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)