PT PUF Ikut Dorong Produktivitas Rempah-rempah RI

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Kamis, 07 Mei 2020 11:36 WIB
Jahe merupakan rempah-rempah yang diburu warga untuk menangkal virus corona. Kepopulerannya membuat harga jahe melambung hingga Rp 70 ribu di Pasar Kramat Jati.
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Indonesia menjadi salah satu negara penghasil rempah-rempah terbesar. Potensi rempah-rempah Indonesia juga menjadi fokus Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar bisa merangkul pasar rempah dunia.

Indonesia memiliki peluang besar menjadi pemasok rempah dunia yang dapat memberikan kontribusi besar bagi perekonomian Indonesia dengan nilai impor permintaan dunia terhadap rempah-rempah setiap tahunnya mengalami kenaikan sebesar 7,2% dengan nilai mencapai US$ 10,1 miliar.

Perusahaan bioteknologi inovatif, PT PUF Sains Lab merilis PUFFpod CovHerbal atau varian e-juice herbal yang mengandung rempah-rempah asli Indonesia yaitu kencur, jahe merah, temulawak, daun jeruk dan habbatussauda. Produk turut mendukung produktivitas rempah dan mengapresiasi kekayaan alam Indonesia.

PUFFpod CovHerbal juga dibuat dengan tambahan ekstrak bahan alami lainnya seperti daun salam, daun bidara dan buah cabe hijau.

Head of Marketing PUFF Edwin Santoso mengatakan kehadiran PUFFpod CovHerbal juga bermaksud untuk memberikan pilihan bagi yang konsumen yang ingin mengurangi asupan nikotin dan tembakau, dengan menciptakan perangkat vaporizer herbal yang kandungannya terbuat dari bahan-bahan alami asli Indonesia tanpa kandungan tembakau dan nikotin.

PUFFpod CovHerbal hanya dapat digunakan dengan perangkat PUFF yang didesain secara eksklusif untuk PUF Sains Lab Indonesia oleh California Genius LLC yang berbasis di Amerika Serikat.

Perangkat PUFF memiliki dimensi yang ideal dengan panjang 77,5 mm, ketebalan kurang dari 12,7mm dan berat hanya 21,1gr sehingga nyaman saat digenggam dan fleksibel untuk dibawa berpergian. PUFF hadir dengan dua warna, yaitu Space Gray dan Black serta dilengkapi dengan lampu led sebagai indikator.

Dengan kapasitas batterai 450mAh, perangkat PUFF memiliki daya tahan penggunaan yang lebih lama.

"Keahlian kami adalah menerapkan pendekatan inovatif dalam mengekstraksi bahan-bahan yang berasal dari kekayaan alam Indonesia. Kami percaya penggabungan ekstrasi rempah-rempah asli Indonesia dengan sistem uap PUFF dapat memberikan manfaat yang baik bagi masyarakat," katanya melalui siaran pers, Rabu (6/5/2020).

Edwin mengemukakan produk ini didesain dengan konsep closed-system, sehingga cairan atau e-juice PUFFpod tidak dapat sembarangan diisi ulang. Dengan demikian, isi kandungan cairan lebih terjamin dan aman untuk digunakan.

Koil pada perangkat PUFF juga didesain menggunakan teknologi perforated heating plate yang membuat pemanasan lebih merata, sehingga kualitas uap dan rasa yang dihasilkan lebih baik.

PUFFpod CovHerbal juga sedang diuji menggunakan skema Gas Chromatograph-Mass Spectrometry (GCMS). Uji GCMS bertujuan untuk mengidentifikasi komponen-komponen dalam CovHerbal.

Menurut Edwin dengan melakukan pengujian GCMS, PUFF berkomitmen untuk menjalankan bisnis dengan tanggung jawab agar setiap produk yang diciptakan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia.

Untuk mencapai komitmen tersebut, setelah mendirikan pabrik e-juice yang sudah beroperasi sejak awal 2020, PUFF juga akan mendirikan pabrik perakitan perangkat vaporizer di Indonesia.

"PUFF pun beharap dapat bekerjasama dengan petani-petani rempah lokal agar hasil rempah Indonesia dapat diolah secara optimal. Hal itu guna meningkatkan daya saing produk hasil kekayaan alam Indonesia di pasar global dan memupuk kesejahteraan petani di Indonesia," ujar Edwin.



Simak Video "Rempah-rempah Ternyata Bisa Jadi Aksesori Keren"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)