Transportasi ke Luar Daerah Diizinkan, Pengusaha Bus Malah Kecewa

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Jumat, 08 Mei 2020 03:20 WIB
Pemprov DKI Jakarta menyiapkan terminal Pulogebang sebagai pusat pemberangkatan pemudik. Begini suasana terminal jelang arus mudik.
Ilustrasi/Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Seluruh transportasi angkutan penumpang telah diperbolehkan kembali untuk beroperasi ke luar daerah. Meski tetap melarang mudik, pemerintah membuka kesempatan perjalanan tertentu ke luar daerah.

Namun di lapangan, peraturan ini justru membuat kecewa operator transportasi, salah satunya perusahaan otobus (PO). Mereka menilai pemerintah terlalu mementingkan pebisnis daripada menekan penyebaran virus Corona.

Ketua Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) Kurnia Lesani Adnan mempertanyakan kebijakan pemerintah yang dinilai tarik-ulur. Menurutnya, kalau memang mau menekan virus Corona lebih baik transportasi ditutup saja.

"Pemerintah ini mau lihat sisi mana sih? Kalau mau lihat kemaslahatan bangsa ditutup aja sama sekali. Kalau ekonomi ini kan trigerred-nya karena Lion Air kemarin kalau menurut saya," kata pria yang akrab disapa Sani kepada detikcom, Kamis (7/5/2020).

"Nampak sekali pemerintah terlalu mendukung pebisnis, kami kecewa," tegasnya.

Sani juga bicara soal alasan pemerintah membuka lagi transportasi salah satunya untuk memperlancar arus logistik. Menurutnya, daripada membuka akses penumpang, kalau tujuannya memperlancar logistik lebih baik berikan relaksasi angkutan darat pengangkut orang mengangkut barang.

"Kan kalau pebisnis ini kan bisa by phone, by Zoom segala macam. Kalau memang alasannya logistik, kenapa nggak keluarkan aja aturan alih fungsikan angkutan orang ke barang buat kita," kata Sani.

Sani mengatakan di tengah kondisi seperti ini pemerintah menutup semua akses transportasi demi menekan penyebaran virus Corona. Pihaknya pun akan mendukung, asalkan pemerintah juga mau membantu pengusaha bus, setidaknya berikan BLT dan bantuan relaksasi pinjaman.

"Lebih baik pemerintah itu tegas saja untuk setop semua. Kami nggak masalah asal konsekuensinya dipenuhi, kami juga dibantu, BLT dan soal relaksasi perusahaan pembiayaan," jelas Sani.

Klik halaman berikutnya >>>

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Nihil Orderan, Pengusaha Bus Pariwisata Ancam Gelar Konvoi"
[Gambas:Video 20detik]