Krisis Pangan Sudah di Depan Mata, Beneran Nih?

Anisa Indraini - detikFinance
Jumat, 08 Mei 2020 05:01 WIB
Hamparan sawah terlihat kering di Kawasan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (23/8/2019).
Ilustrasi/Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Organisasi Pangan Dunia (Food and Agriculture Organization/FAO) memprediksi virus Corona (COVID-19) bisa berdampak pada krisis pangan dunia, salah satunya Indonesia. Prediksi tersebut sedikit demi sedikit sudah mulai terlihat saat ini.

Pengamat dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Rusli Abdullah mengatakan ancaman krisis pangan terjadi karena kegiatan logistik hingga proses impor yang terganggu akibat pandemi. Kelangkaan barang seperti gula yang terjadi saat ini pun tak bisa dihindari.

"Jadi ada beberapa daerah yang PSBB misalnya, terus logistiknya terganggu atau bahkan ekspor impor. Yang paling nyata ancamannya di kita saat ini masalah gula, itu kita masih impor dari India salah satunya tapi dia lockdown, nggak bisa toh. Ini yang menjadikan akhir-akhir ini gula langka," kata Rusli kepada detikcom, Kamis (7/5/2020).

Soal beras, Rusli bilang, akhir tahun Indonesia diperkirakan surplus 2,8 juta ton yang hanya cukup untuk kebutuhan satu bulan. Sedangkan pasokan beras akhir tahun dikatakan aman jika surplus 8 juta ton untuk kebutuhan selama tiga bulan ke depan sambil menunggu masa panen raya di Maret 2021.

"Kita akan aman kalau surplus berasnya 8 juta ton itu untuk makan kita tiga bulan ke depan sembari menunggu panen raya di bulan Maret tahun berikutnya. Tapi kalau surplusnya cuma 2,8 juta ton kita hanya bisa makan sampai bulan Januari doang karena kebutuhan makan sebulan 2,5 juta ton, sedangkan Januari belum ada panen raya," ucapnya.

Rusli menyebut beberapa negara eksportir beras seperti Vietnam, Taiwan, dan India juga sudah membatasi pengiriman ke Indonesia. Hal itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sendiri.

"Kalau keadaan normal bulan-bulan ini sudah mulai impor untuk stok di akhir tahun nanti. Masalahnya mereka nggak mau buka ekspornya karena mereka mementingkan kebutuhan domestik mereka dulu," ungkapnya.

Pemerintah pun berencana untuk mencetak ratusan ribu hektare (Ha) lahan sawah baru untuk menangkal krisis pangan. Tepat?

Selanjutnya
Halaman
1 2 3


Simak Video "Pandemi Corona Bisa Timbulkan Krisis Pangan"
[Gambas:Video 20detik]