Bukan Saatnya Pamer Kemewahan Saat Rayakan Lebaran 2020

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 11 Mei 2020 07:08 WIB
Jelang lebaran yang tiggal beberapa hari lagi, pedagang kulit ketupat, di Pasar Palmerah, Slipi, Jakarta, Kamis (24/07), sudah mulai kebanjiran order.
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Perencana keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia Andy Nugroho tanpa THR dia menyarankan jangan terlalu bermewah-mewahan dalam merayakan Lebaran. Dia menegaskan pengeluaran harus difokuskan untuk kebutuhan pokok, makanan sehat, suplemen, dan kuota internet.

Terlebih lagi di tengah pandemi Corona, THR masih belum jelas cair atau tidak. Pemerintah sendiri sudah memastikan THR harus dibayarkan, namun apabila pengusaha kesulitan diminta untuk membayar THR dicicil ataupun ditunda.

"Menurut saya Lebaran tahun ini lebih baik menahan diri dari bermewah-mewahan dulu. Prioritas utama ya tetap pada makanan sehat dan suplemen, serta kuota internet karena banyak ini kegiatan lebaran pakai gadget," papar Andy kepada detikcom, Minggu (10/5/2020).

Dia menegaskan, saat Lebaran tidak usah banyak belanja. Dia mencontohkan untuk kebutuhan makanan dan kue lebaran misalnya, lebih baik tidak berlebihan.

"Daripada belanja macam-macam, mending kita penuhi kebutuhan utama saja. Kalau kita beli kue dan makanan ya cukup keluarga kecil di rumah aja, tidak berlebihan," jelas Andy.

Andy justru menilai dalam merayakan Lebaran tahun ini baik ada THR maupun tidak ada, bahkan gaji dipotong sekalipun harusnya tidak ada masalah keuangan terjadi. Pasalnya, Lebaran tahun ini pun tidak akan seramai tahun lalu.


"Seharusnya, nggak ada isu ya karena walaupun THR ditunda dan beberapa orang gajinya dipotong, karena Lebarannya juga cukup di rumah aja jadi harusnya nggak banyak pengeluaran," kata Andy.

Andy juga menjelaskan setidaknya ada tiga pengeluaran Lebaran yang mesri dicoret tahun ini. Apa saja?

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Soal Sanksi Penuh Berlaku Hari Ini, Kemenhub: Kewenangan Polisi"
[Gambas:Video 20detik]